PURWAKARTA, CEKLISSATU.COM – Polres Purwakarta terus mengusut kasus tewasnya seorang satpam yang ditemukan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

Hingga kini, penyidik telah memeriksa lebih dari 15 saksi, menelusuri rekaman CCTV, serta menganalisis hasil autopsi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban yang ditemukan dalam kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur.

Keterangan para saksi masih terus didalami guna mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat tewasnya satpam di Waduk Jatiluhur.

Baca Juga: Insiden Dugaan Kekerasan Satpam di Bundaran HI Berbuntut Panjang, Tiga Anggota Polda Jabar Masuk Patsus

Selain itu, tim Satreskrim, termasuk Unit Resmob Polres Purwakarta, telah diterjunkan ke lapangan di kawasan Waduk Jatiluhur untuk menindaklanjuti berbagai informasi yang diperoleh dari masyarakat.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan hingga saat ini polisi belum mengantongi identitas terduga pelaku. 

Penyidik masih melakukan penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan rekan kerja korban, serta mendalami sejumlah informasi dan foto yang diduga berkaitan dengan kelompok geng motor yang beredar di media sosial. 

Baca Juga: Tim SAR Masih Cari Wisatawan yang Hilang Saat Naik Perahu Wisata di Waduk Saguling Kabupaten Bandung

“Namun, kepolisian menegaskan seluruh informasi tersebut masih tahap verifikasi dan belum dapat dijadikan dasar kesimpulan,” katannya, di Polda Jabar, Rabu (29/7/2026).

Ia mengatakan, terkait motif, penyidik juga belum dapat memastikan penyebab pasti terjadinya tindak pidana tersebut. 

“Korban tidak mengalami kerugian material sehingga dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya unsur sakit hati. Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan yang masih berlangsung,” katanya.

Baca Juga: Mobil Travel Kecelakaan di Tol Cipularang Purwakarta: Satu Orang Meninggal Dunia, Sembilan Lainnya Luka-luka

Polisi telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hasil autopsi telah diterima penyidik dan saat ini masih dianalisis bersama ahli kedokteran forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Polres Purwakarta memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.