JAKARTA, CEKLISSATU.COM – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca .
Hal itu disampaikan Hanif saat menghadiri Conference of the Parties (COP30) Amazonia di Brazil, Kamis (6/11/2025).
Hanif Faisol menyatakan, Pemerintah Indonesia menjadikan sektor kehutanan (FOLU) sebagai kunci utama strategi nasional, didukung dengan pengembangan energi bersih, termasuk potensi nuklir.
Sebagai langkah konkret, Indonesia bahkan menyiapkan dana sebesar 125 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung tropical forest diversity, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mentransformasi diskusi global menjadi aksi nyata.
“Indonesia membawa pesan yang sangat kuat dan komitmen yang sangat besar dalam penurunan emisi gas rumah kaca dunia,” ujar Hanif Faisol dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Selain sektor kehutanan (FOLU), Indonesia juga secara ambisius menargetkan penurunan emisi dari sektor energi.
Pemerintah, kata Hanif, tetap menjadikan sektor kehutanan sebagai kunci utama dalam strategi nasional pengendalian perubahan iklim.
“Indonesia juga berkomitmen mengembangkan energi bersih, termasuk melalui pendekatan protektif terhadap pengembangan energi nuklir,” katanya.
Hanif menuturkan, bahwa beberapa poin penting yang ia sampaikan dalam forum tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan Kemendes PDT untuk Perkuat Desa jadi Garda Terdepan Hadapi Perubahan Iklim
“Presiden Prabowo meminta agar Indonesia tidak hanya hadir dalam forum global seperti COP, tetapi juga mendorong agar diskusi panjang ini bertransformasi menjadi aksi nyata dan cerdas,” ucapnya.
Dengan kehadirannya di COP30 Amazonia, Indonesia menegaskan peran aktifnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan global sekaligus menunjukkan keseriusan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, dan penurunan emisi gas rumah kaca.
Comment