KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU -- Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengunjungi Wilayah Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (Kunak-KPS Bogor) di Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu (19/01/2025).
Ahmad Muzani menyebutkan bahwa kunjungannya tersebut guna melihat langsung kawasan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Bogor.
"Saya ingin melihat kawasan ini, karena ini adalah kawasan terpaku bagi sapi perah yang dulu pernah dirintis pada zaman pak Harto," ungkap Ahmad Muzani kepada Ceklissatu.com.
Baca Juga: Vinus Indonesia Lakukan Peletakan Batu Pertama Galeri UMKM Digital Koperasi Galang Visi Nusantara
Ahmad Muzani menilai, Kunak-KPS Bogor bisa menjadi sebuah model bagi para peternak sapi perah sebagai pengadaan susu untuk projek minum susu dalam program makan bergizi gratis.
"Saya lihat perkembangan seperti ini bisa sangat baik untuk provinsi yang memiliki kondisi yang sama. Seperti Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, bahkan Sulawesi Tenggara, dan beberapa provinsi lainnya," tutur Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani melanjutkan, beberapa provinsi memiliki kemampuan seperti ini. Meskipun begitu 98 persen sapi perah berada di Jawa. Tetapi ia meyakini di daerah lain pun bisa.
"Kalau nanti makan siang bergizi mewajibkan ada susu dari jumlah susu yang ada sepertinya juga masih bisa. Kementerian Pertanian akan terus mendorong ternak susu perah, untuk meningkatkan susu perah," terang Ahmad Muzani.
"Baik produksi susunya, maupun jumlah sapi perahnya. Sehingga saya melihat hari ini untuk kesiapan teman-teman peternak melihat bagaimana mereka bersemangat mengurus semua ini," tambahnya.
Ahmad Muzani mengatakan, Kementan cukup sigap mengadakan hal ini, dan beberapa persoalan dari peternak seperti virus PMK.
"Saya lihat sendiri mereka sigap mengatasi itu. Kelompok tani dan ternak itu harus kita dorong kesejahteraannya. Seperti harga susu per liternya, dan lain sebagainya. Harga Rp9 ribu per liter itu saya rasa masih kurang, tapi sudah cukup bagus," beber Ahmad Muzani.
Yang harus didorong saat ini kata Ahmad Muzani, yaitu produksi rata-rata per ekor sapi harus lebih meningkat. Di sini seperti 12 liter per ekor sapi, meskipun sudah meningkat dari 8-10 liter per hari per ekor. Sekarang sudah meningkat pelan-pelan.
Baca Juga: Satpol PP Kota Bogor dan Disperindagkop Amankan 250 Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin
"Tapi itu sekarang masih harus didorong. Apabila lebih meningkat artinya pemasukan para peternak bertambah lagi. Tadi saya diskusi dengan temen-teman di sini jumlah sapi akan ditingkatkan, termasuk sarana prasarananya seperti kandang, dan lain sebagainya," ucap Ahmad Muzani.
"Mudah-mudahan ini akan menjadi sebuah projek yang mengintegrasi dari para petani, peternak, dan pemerintah. Hasil dari ternak proses hilirisasi dari sapi sampai dikemas itu betul-betul diberi tahu pada saya," pungkasnya.
Comment