BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengambil langkah baru dalam meningkatkan pengawasan proyek infrastruktur dengan rencana merekrut mahasiswa teknik sipil dan siswa SMK sebagai pengawas lapangan.
Hal itu, guna memastikan pembangunan berjalan lebih efektif dan transparan.
"Nanti para pengawas teknis, anak-anak teknik sipil itu biar mereka berpraktek di lapangan," kata Dedi saat ditemui di Gedung Sate Bandung, Rabu (19/11/2025).
Langkah tersebut diambil Dedi Mulyadi karena dirinya banyak menemukan konsultan proyek pembangunan di Jawa Barat yang justru tidak tahu menahu terkait proyek pembangunan yang sedang diawasi.
"Jadi, saya beberapa kali kunjungan melihat progres pembangunan, selalu masalahnya itu konsultannya itu nggak ngerti. Bisa jadi konsultan itu merekrut orang-orang yang tidak begitu mampu melihat progres pembangunan, dan rata-rata sudah tua," ujar Dedi Mulyadi.
Ia menyebut, rencana itu telah disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Selain mahasiswa teknik sipil, Dedi Mulyadi juga berencana merekrut para siswa sekolah menengah kejuruan untuk menjadi pengawas.
Ia menuturkan, bahwa dirinya telah meminta agar anak-anak sekolah, khususnya sekolah menengah kejuruan agar mempelajari matematika yang berhubungan dengan hitungan pekerjaan fisik.
"Misalnya anak-anak suruh menghitung bangunan yang lagi dibangun di sekolahnya, panjang, lebar, berapa jumlah semen yang digunakan, berapa kubik pasir, kemudian juga berapa bahan datang ke sini, panjangnya berapa, diameternya berapa. Mereka harus aktif seperti itu. Itu menjadi laporan pekerjaan pendidikan di sekolah," tuturnya.
"Sehingga satu, pendidikan belajar secara aplikatif, teknis. Yang kedua, pembangunan terawasi dengan baik. Di tambah yang ketiga dapat honor," tambahnya.
Lebih lanjut, Dedi menilai bahwa langkah tersebut selain efektif dalam mengawasi proyek juga bisa memberikan pelajaran praktek yang bagus bagi para siswa maupun mahasiswa.
Terlebih mereka semua juga bakal mendapat honor setiap harinya.
Baca Juga: Belum Ada Konsultan Pengawas Proyek Kantor Kecamatan Dramaga Sudah Dikerjakan
"Lumayan kalau anak-anak mahasiswa ada honor pengawasan. Misalnya honor pengawasannya Rp250.000 sehari. Kan mereka bisa dapat uang saku tambahan untuk kuliah sehingga beban orang tuanya menjadi ringan," ungkap Dedi.
Rencana tersebut bakal ditindaklanjuti oleh Dedi Mulyadi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) bersama pihak-pihak terkait pada pekan depan.
"Dan saya rencananya mungkin minggu depan akan sudah mulai MOU teknis. Karena masih ada pekerjaan kurang lebih sekitar ya Rp300 miliar yang lagi berjalan sekarang mulai lelang," katanya.
Comment