SURABAYA, CEKLISSATU -- Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan dari hasil Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang sudah dilakukan, ternyata ditemukan angka karies yang masih tinggi yaitu masuk lima besar masalah kesehatan terbanyak.
Sebanyak 45,7 persen usia dewasa yang diperiksa mengalami karies ( lubang) gigi, sedangkan pada lansia sebesar 64,1 persen.
“Untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya peningkatan layanan dan pengelolaan SDM Kesehatan khususnya pemerataan dokter gigi di seluruh Indonesia untuk mengatasi hal tersebut, walaupun untuk saat ini masih sangat kurang tenaga kesehatan khususnya dokter gigi di Indonesia,” ujar Wamenkes RI dalam Kongres Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) XXVIII yang digelar di Surabaya pada 15 s.d. 17 Mei 2025 di Surabaya.
Lebih lanjut Wamenkes RI menyebutkan, lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-75, PDGI Berikan Pemeriksaan dan Pelayanan Gigi Gratis
Terdapat kekurangan lebih 6000 SDM kesehatan di bidang gigi dan mulut serta lebih 2700 Puskesmas yang belum memiliki dokter gigi.
Untuk itu pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut melalui peningkatan jumlah dan pemerataan SDM (internsip, formasi, CASN, penugasan khusus, rekrutmen pegawai BLUD);
peningkatan upaya promotif (kurikulum kesehatan dan PKG), preventif (penjaringan ke sekolah) , kuratif (manfaat JKN) , serta peningkatan kolaborasi lintas sektor.”
Kongres ini mengambil tema “Penguatan Peran dan Fungsi PDGI bagi Anggota dan Masyarakat Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan” di Grand Ballroom, Grand City Convention Center & Exhibition Jalan Walikota Mustajab No. 1, Surabaya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Sambut Kadet Mahasiswa Unhan RI dalam Prosesi Sumpah Dokter Muda
Sementara itu, Ketua Umum PDGI drg. Usman Sumantri, MSc menjelaskan bahwa tujuan utama Kongres PDGI adalah selain untuk melakukan pemilihan ketua umum PDGI juga untuk meningkatkan solidaritas, pengetahuan, dan profesionalisme dokter gigi, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia.
Selain itu, kongres juga berfungsi sebagai sarana musyawarah tertinggi organisasi PDGI, serta memberikan kesempatan untuk menjalin silaturahmi dan networking dengan pihak terkait.
"Kongres PDGI XXVIII dihadiri oleh seluruh Pengurus dan ketua cabang dan Pengwil PDGI seluruh indonesia. Dalam kongres ini sekaligus diselenggarakan Seminar Ilmiah dan exhibition perkembangan teknologi kedokteran gigi skala internasional," ujar Kepala Humas PDGI Kolonel Laut (K) drg. M. Arifin.
Kepala Humas PDGI menambahkan, kongres PDGI XXVIII dibuka langsung oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia.
Selain itu kongres juga dihadiri Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan Indonesia serta Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Bertepatan dengan pembukaan Kongres Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) XXVIII 2025 juga dilakukan peluncuran Bus Periksa Gigi Keliling yang diinisiasi oleh salah satu CSR yang sangat peduli dengan kesehatan gigi masyarakat.
Comment