JAKARTA, CEKLISSATU -- Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT Awards) ke-52 tahun 2026 dari PWI Jaya mencatat rekor hadiah untuk para pemenang. Dari tiga jenis perlombaan, total hadiah uang yang diperebutkan mencapai Rp255 juta.
Rinciannya, Rp150 juta untuk pemenang dan masing-masing dua nominasi pada tujuh kategori utama. Lalu, Rp30 juta untuk tiga kategori pemenang khusus Menyongsong 5 Abad Bank Jakarta. Dan, Rp75 juta bagi tiga pemenang dan masing-masing dua nominee kategori khusus Literasi Bank Jakarta.
Tujuh kategori utama MHT Awards telah menutup proses pendaftarannya pada 1 Juni 2026. Dua kategori lainnya, yakni Menyongsong 5 Abad Jakarta dan Literasi Khusus Bank Jakarta, masih dibuka dan sama-sama baru akan berakhir proses pendaftarannya pada 31 Juli mendatang.
Pemberian penghargaan dan hadiah uang kepada seluruh pemenang akan dilakukan pada pertengahan Agustus 2026, di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (AJMHT) 52-2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), dan Bank Jakarta.
Ajang penghargaan prestiseus yang digelar oleh PWI Jaya ini diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik berkualitas sekaligus memperkuat literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta, M. Shendy Adam, menilai peran jurnalisme profesional semakin penting di tengah fenomena post-truth yang membuat informasi belum tentu identik dengan kebenaran.
“Saya berharap Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ini menjadi motivasi bagi rekan-rekan jurnalis untuk terus menghasilkan karya terbaik. Di tengah era post-truth seperti sekarang, keberadaan karya jurnalistik ibarat oase yang tidak bisa menggantikan informasi instan yang marak beredar,” ujar Shendy, Rabu (17/6).
Menurutnya, karya jurnalistik yang lahir melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan penerapan kode etik tetap menjadi referensi utama masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya. Oleh karena itu, dianugerahi seperti Anugerah Jurnalistik MH Thamrin memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ekosistem informasi sekaligus memperkuat fungsi pers sebagai pilar demokrasi.
Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026 mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan.” Tema tersebut sejalan dengan momentum menyambut lima abad Jakarta pada tahun 2027.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia membuka tujuh kategori utama, yakni Tajuk Rencana, Produk Jurnalistik Teks, Foto, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio. Selain itu terdapat kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta” yang mengangkat tema sejarah, transformasi, dan identitas Jakarta, serta kategori “Literasi Bank Jakarta” yang fokus pada edukasi keuangan, digitalisasi perbankan, dan penguatan UMKM.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, berharap kategori khusus Literasi Bank Jakarta mampu memotivasi para jurnalis untuk menghasilkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi masyarakat.
“Melalui karya jurnalistik yang akurat dan berimbang, diharapkan semangat edukasi yang diusung melalui kategori khusus ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan tingkat pemahaman terhadap literasi keuangan kepada masyarakat,” kata Arie.
Menurut Arie, massa media memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Oleh karena itu, Bank Jakarta memandang kolaborasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan dan pengelolaan keuangan yang sehat.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta terhadap penyelenggaraan MHT 2026. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas jurnalisme dan meningkatkan manfaat sosial dari karya-karya pers.
“Anugerah Jurnalistik MH Thamrin bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap dedikasi para jurnalis yang terus bekerja menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap ajang ini melahirkan karya-karya terbaik yang merekam perjalanan Jakarta sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan kota dan peningkatan literasi masyarakat,” ujar Kesit.
Kesit menambahkan, penyelenggaraan MHT 2026 memiliki makna khusus karena berlangsungnya peringatan lima abad Jakarta. Oleh karena itu, ia berharap para peserta mampu menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara jurnalistik, tetapi juga memiliki nilai dokumentasi sejarah yang kuat.
“Jakarta memiliki perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kami ingin karya-karya yang lahir dari ajang ini menjadi bagian dari catatan sejarah sekaligus refleksi atas transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada identitas dan kepentingan warganya,” katanya.
Melalui Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026, PWI Jaya berharap semangat jurnalisme berkualitas terus tumbuh di tengah perubahan lanskap media.
Saat ini informasi dapat diproduksi dan disebarkan begitu cepat, karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan berintegritas tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat. Ajang ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus pemacu lahirnya karya-karya terbaik yang mampu mengawali perjalanan Jakarta menuju masa depannya.
Comment