KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor resmi meluncurkan mobil pelayanan keliling pada Kamis 2 Januari 2025. Inovasi ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan di wilayah yang luas.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Hadijana menjelaskan bahwa keberadaan mobil ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, terutama di daerah yang jauh dari kantor pelayanan utama.
“Mobil ini kami sediakan untuk mempermudah masyarakat. Rencananya, layanan keliling akan mulai beroperasi pekan depan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu, dengan jadwal berdasarkan permintaan dari wilayah yang membutuhkan,” ujar Hadijana.
Baca Juga : Liburan Nataru 2025 Disparbud Kota Bogor Mencatat Adanya Penurunan Jumlah Wisatawan, Ini Penyebabnya
Ia menambahkan, meskipun prioritasnya adalah hari libur, mobil pelayanan ini juga dapat dioperasikan pada hari kerja jika ada permintaan dari desa-desa tertentu.
“Di luar hari libur, jika ada permintaan dari teman-teman desa yang masyarakatnya membutuhkan layanan, kami siap datang. Dengan adanya mobil ini, sarana dan prasarana pelayanan kami menjadi lebih lengkap,” jelasnya.
Adapun jam operasional mobil pelayanan ini direncanakan mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, tergantung lokasi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Baca Juga : Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden Jadi Bahan Revisi UU Pemilu
Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengapresiasi peluncuran mobil pelayanan ini sebagai bentuk nyata peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Bogor.
“Mobil pelayanan keliling ini adalah langkah mendekatkan layanan kepada masyarakat di seluruh kecamatan. Masyarakat tidak perlu ragu atau kesulitan lagi dalam mengurus dokumen kependudukan, karena kini layanan sudah tersedia lebih dekat melalui sistem jemput bola,” kata Bachril.
Dengan keberadaan mobil pelayanan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bogor semakin mudah dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Comment