BOGOR, CEKLISSATU - Penerapan rekayasa lalu lintas di Kota Bogor imbas dari penutupan Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) berdampak ke semua sektor salah satunya dunia usaha.
Tak sedikit para pelaku usaha menjerit akibat mengalami penurunan omset atau pendapatan pasca diterapkannya rekayasa lalu lintas.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, dr. Yuno Abeta Lahay mengaku bahwa para pengusaha yang terdampak rekayasa lalu lintas mengalami penurunan omset hingga 40-50 persen dibanding sebelum penerapan rekayasa lalin.
Baca Juga : SEA Games, Aryono Pelatih: Beregu Putra Indonesia Dipastikan Tampil Prima Lawan Singapura Siang Ini
"Semua aspirasi dan keluhan para pengusaha sudah kita smapaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Harapannya minta jalur di evaluasi dan ditinjau intens sampai ketemu yang paling baik," ucapnya pada Rabu, 10 Mei 2023.
Yuno mengaku pihaknya menyerahkan persoalan tersebut ke pemerintah, sebab mau tidak mau dampak dari rekayasa lalu lintas harus diterima.
Sebagai upaya untuk mempertahankan omset atau menarik pengunjung, masih kata Yuno, para pengusaha bakal menyiapkan skema kerja karyawan.
"Kemungkinan kita lakukan unpaid leave atau cuti tak berbayar bagi karyawan, tidak sampai pemberhentian karyawan. Selain itu, kita siapkan juga rencana promo diskon dan bundling paket," katanya.
Comment