JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Imbas banjir di Sumatera Barat, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menyegel sejumlah tempat pertambangan, serta memasang plang pengawasan.

Hal tersebut dilakukan menghentikan sementara operasional yang berisiko memperparah lingkungan pascabanjir bandang pada November lalu.

Menteri LH menyebutkan, penyegelan dilakukan setelah Kementerian LH Bersama Deputi Bidang Penegakan Hukum lingkungan melaksanakan verifikasi.

Baca Juga: Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Tanam Pohon Endemik di TMII Jakarta, Perkuat Konservasi Keanekaragaman Hayati

Dalam verifikasi itu, pihaknya menemukan bukaan tambang yang dibiarkan terbengkalai, tidak direklamasi. Bahkan tidak ada pemantauan air larian serta potensi longsor.

"Bukaan tambang yang tidak direklamasi dan tanpa pemantauan air larian berisiko tinggi memicu banjir dan longsor. Pemerintah hadir untuk memastikan pelaku usaha bertanggung jawab," ungkap Hanif dalam keterangan reminya.

Hanif menduga, kondisi ini memperparah erosi dan aliran lumpur yang menggenangi permukiman di hilir.

Baca Juga: Menteri LH Hanif Faisol Tegaskan Implementasi Perjanjian Paris Butuh Dukungan Internasional yang Nyata

Petugas juga mendeteksi sejumlah lahan bukaan yang tidak dilengkapi dokumen persetujuan lingkungan yang sah.