BANDUNG, CEKLISSATU -- Belum lama ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan tentang jam masuk sekolah di Jawa Barat akan lebih pagi, yaitu pukul 06.30 WIB.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga meminta kepada sekolah-sekolah di jawa Barat tidak memberikan Pekerjaan Rumah (PR) kepada siswanya.
"Saya sampaikan ya bahwa di tahun ajaran baru 2025-2026 yang akan datang, sekolah di Jawa Barat dimulai pukul 6.30, sekali lagi sekolah di Jawa Barat dimulai pukul 6.30," ucap Dedi Mulyadi dalam media sosial Instagramnya, @dedimulyadi71.
Dedi Mulyadi berencana menghapus PR yang biasanya diterapkan para guru kepada siswanya di sekolah.
"Selanjutnya karena anak-anak tidak boleh keluar rumah Lebih dari Jam 9 (malam) tanpa pendampingan, tanpa keperluan yang mendesak, yang didasarkan pada izin orang tuanya," tuturnya.
"Maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk menghapus pekerjaan rumah Bagi anak-anak sekolah," tambah Dedi Mulyadi.
Selain itu lanjut Dedi Mulyadi, seluruh pekerjaan sekolah termasuk tugas harus dilakukan di sekolah, tidak lagi harus diselesaikan di rumah. Para pelajar diminta saat di rumah untuk fokus membantu orang tua.
"Seluruh pekerjaan sekolah, dikerjakan di sekolah. Tugas-tugas sekolah, dikerjakan di sekolah, tidak dibawa menjadi beban di rumah," beber Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Keluarkan Dana Pribadi untuk Tata Jalan Saleh Danasamita, Tapi Terkendala Ini
"Di rumah anak-anak itu rileks, baca buku, berolahraga fokus membantu kedua orang tuanya, meringankan beban-beban pekerjaannya, kemudian belajar membereskan rumah, cuci piring, perempuan belajar masak, ngepel dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat," tegas Dedi Mulyadi.
Meski begitu kata Dedi Mulyadi, kebijakan tersebut akan menimbulkan pro dan kontra. Tetapi Dedi Mulyadi tidak mempermasalahkan hal itu.
"Pasti kebijakan saya ada pro dan kontra. Bagi saya, pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi," jelas Dedi Mulyadi.
"Tetapi yang terpenting adalah tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan anak-anak Jawa Barat yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer," tutup Dedi Mulyadi.
Comment