"Saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Bandung berada di kisaran 5 persen. Tantangannya adalah bagaimana momentum ini bisa terus dijaga agar pertumbuhan ekonomi dapat berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: Buntut Kasus Penusukan, BPS Bogor Minta Masyarakat Waspada Petugas Sensus Palsu 

Farhan memastikan, Pemkot Bandung berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan pembinaan statistik sektoral.

Mulai dari tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kecamatan dan kelurahan.

Ia juga mengingatkan, sensus ekonomi dilakukan untuk penyusunan kebijakan pembangunan.

Baca Juga: Tantangan dan Peluang Kebijakan Pembangunan Sektor Hortikultura bagi Penyuluh Pertanian

Selain itu, seluruh proses pendataan harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait perlindungan data pribadi.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Bandung berharap dapat membangun budaya kerja pemerintahan yang berbasis data dan fakta, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar presisi dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. 

Sementara itu, Kepala BPS Kota Bandung, Samiran menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026. 

Baca Juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Bogor Perketat Verifikasi DTSEN

Saat ini, BPS Kota Bandung telah melakukan tahapan awal berupa pengecekan terhadap sekitar 111.000 unit usaha di Kota Bandung.

"Dari hasil pengecekan awal, sekitar 111 ribu usaha telah kami verifikasi dari sisi alamat, jenis usaha, hingga wilayah administrasi. Namun jumlah tersebut baru sekitar 40 persen dari keseluruhan target," ujar Samiran.