BOGOR, CEKLISSATU - Kasus penusukan yang menimpa seorang perempuan berinisial T di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pekan lalu, mengusik Badan Badan Pusat Statistik (BPS).
Musabab, korban T tersebut dikabarkan ditusuk oleh orang tak dikenal yang berpura-pura sebagai petugas sensus.
Kepala BPS Kabupaten Bogor, R. Gandari Adianti Aju Fatimah memastikan jika itu bukan lah bagian daripada petugas sensus yang saat ini tengah melakukan sensus Registrasi Sosial Ekonomi (Rogsosek).
"Kita pastikan itu bukan petugas sensus, kami minta masyarakat lebih hati-hati ada yang ngaku-ngaku sebagai petugas sensus," kata Gandari, Minggu 23 Oktober 2022.
Dia menjelaskan, para petugas yang turun ke lapangan memiliki ciri atau tanda bahwa mereka betul-betul petugas BPS.
"Masyarakat harus memastikan dulu bahwa yang datang mengetuk pintu itu petugas sensus regsosek atau bukan," ungkapnya.
Adapun ciri petugas sensus dari BPS yakni memiliki nam tag atau tanda pengenal bertulisakan Petugas Pendataan Awal Regsosek 2022 di bawah nama petugas tersebut dan memiliki barcode di samping bawah kanan.
"Petugas kita punya nametag nya, kita juga ransel ransel berwarna hitam," ungkapnya.
Selain itu, para petugas juga memiliki surat tugas resmi yang yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor.
Bahkan, para petugas pun diwajibkan didampingi dengan RT setempat atau warga yang sudah diperintahkan RT untuk mendampingi melakukan sensus penduduk.
"Setelah itu kita turun ke lapangan dan harus ditemani oleh pengurus RT atau kader. Selain sebagai petunjuk jalan, mereka juga agar tidak dicurigai," ungkapnya.
Ia khawatir, adanya pelaku penusukan yang mengaku petugas sensus itu membuat masyarakat kabupaten Bogor enggan untuk dilakukan sensus Regsosek.
"Ini kan baru berjalan seminggu, kemudian tiba-tiba ada peristiwa ini, takutnya mengunci (pintu) semua. Nanti terjadi penolakan warga karena takut dengan petugas sensus," katanya.
"Makanya kami meminta warga agar melihat atribut petugas kami. Jangan dicurigai petugas kami, karena mereka sudah dilatih dan diamanahkan untuk mengerjakan tugas secara profesional," lanjutnya.
Sebelumnya diketahui, seorang perempuan berinisial T, warga Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, ditusuk orang tak dikenal pada Kamis 20 Oktober 2022. Pelaku diketahui berpura-pura jadi petugas sensus penduduk.
Kapolsek Sukaraja, Kompol Darmawan mengungkapkan, penusukan terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika itu, korban sedang sendiri di rumahnya, lalu didatangi pria yang mengaku sebagai petugas sensus.
"Dia sendirian di rumah, datang pelaku berpura-pura sebagai petugas sensus. Saat korban menghubungi orang tua lewat telepon, pelaku kemudian melakukan pemukulan," kata Kompol Darmawan.
Comment