BOGOR, CEKLISSATU – Ratusan siswa-siswi SMA Negeri 3 Cibinong (Smantic), Kabupaten Bogor Angkatan XVI (16) tahun pelajaran 2023-2024 dinyatakan lulus 100 persen. 

Tetapi, hari kebahagiaan bagi para siswa-siswi tersebut masih saja jadi ajang aji mumpung pihak sekolahan dalam mencari keuntungan. Yang diduga telah meminta pungutan uang perpisahan kepada siswa sebesar Rp1,5 juta.

Sejumlah orang tua siswa mengaku kecewa, karena mereka harus merogoh kocek sebesar Rp1,5 juta dengan alasan untuk dana sumbangan perpisahan.

Seperti disampaikan Taufik Hidayat, orang tua siswa kelas XII di SMAN 3 Cibinong, dirinya mengaku kecewa dengan adanya sumbangan perpisahan sebesar Rp1,5 juta kepada setiap siswa yang lulus.

Baca Juga : Nah loh, Polisi Bakal Periksa Pihak Sekolah Imbas Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SMKN 3 Bogor

Apalagi Taufik mengaku, ia mengetahui dari berbagai media adanya imbauan atau larangan terkait pungutan perpisahan sekolah.

“Ya jelas kecewa. Apalagi kan sebelumnya sudah ada imbauan dari Pj Gubernur Jabar melalui Dinas Pendidikan Jabar agar perpisahan sekolah digelar secara sederhana saja,” ucapnya. 

Surat Edaran Jabar Perpisahan.webp
Surat Edaran dari Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait pelaksanaan acara perpisahan di sekolah.

Menyoroti adanya dugaan pungutan liar (pungli) di SMAN 3 Cibinong, Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP), Rahmatullah menyatakan, sangat mengecam tindakan pihak SMAN 3 Cibinong tersebut yang bertentangan dengan aturan dan belum lama ini disampaikan oleh Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin.

Edaran yang disampaikan melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat dengan Nomor: 12867/PK.03.03.01/Sekre tentang Imbauan Penyelenggaraan Kegiatan Perpisahan Peserta Didik di Satuan Pendidikan (SMA/SMK/SLB) se-Jawa Barat yang berisi agar acara perpisahan dilaksanakan secara sederhana dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini bertujuan untuk menjaga keutamaan tujuan acara tersebut, serta memberikan kesan mendalam dengan memberikan apresiasi terhadap siswa.

Namun, berbeda dengan SMAN 3 Cibinong yang tidak mengindahkan imbauan dari Disdik Jabar tersebut.

“Kami sangat mengecam aksi tersebut. Kami akan membawa hal ini ke jalur hukum, karena itu sudah masuk kategori pungli. Bayangkan, 429 siswa kali Rp1,5 juta kurang lebih Rp643 juta,” ungkap Rahmatullah kepada ceklissatu.com.

“Sedangkan hanya sewa gedung dan makan nasi boks serta snack saja. Terus kemana lagi pertanggung jawaban anggaran sebesar itu. Ini perlu diaudit,” ucap Alonk—sapaan akrab Rahmatullah—, pada Kamis (11/7/2024).

Saat dikonfirmasi, Ketua Komite SMAN 3 Cibinong, Gerry M Suwaryo mengaku bahwa acara perpisahan tersebut bukan agenda sekolah atau komite.

Perpisahan bukan agendanya sekolah atau komite. Adanya perpisahan kehendak siswa dan orang tua siswa. Dan panitianya pun dari orang tua siswa, termasuk yang memegang keuangan. Komite hanya membimbing saja. Dan tidak semua siswa untuk dipaksakan iuran,” ucap Gerry kepada ceklissatu.com, Kamis (11/7/2024).

Selain itu lanjut Gerry, pihaknya sebagai komite sudah melaksanakan kegiatan sesuai surat edaran.

“Saya sebagai komite sudah melaksanakan kegiatan sesuai surat edaran tempat yang lain, dan jatuh pilihan di gedung Bagas Raya. Kalau di sekolah gak memungkinkan, dan ditolak sama orang tua,” beber Gerry.

“Tidak ada larangan untuk perpisahan, hanya menganjurkan kesederhanaan,” tambah Gerry.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya Kepala SMAN 3 Cibinong, Asep Anwar tidak merespon banyak.

“Maaf saya sedang istirahat total pasca operasi pasang ring jantung,” ucapnya singkat.

Diketahui, acara perpisahan SMAN 3 Cibinong dihadiri pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Jawa Barat, perwakilan Kecamatan Cibinong.

Dalam acara perpisahan tersebut, panitia mengusung tema “Step Forward To Pick Up The Bright Future In a New Life and New World” dengan mewisuda 429 siswa dan siswi angkatan XVI (16) tahun ajaran 2023-2024, bertempat di gedung Bagas Raya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (16/5/2024) lalu.