Kegiatan pemasangan EWAS tersebut dilaksanakan pada 10–16 November 2025 dan mencakup dua wilayah pesisir, yakni Negeri Waai dan Pulau Nusalaut. Masing-masing lokasi dipasangi tiga unit EWAS sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi bencana berbasis teknologi.
Baca Juga: Polri Kirim Logistik Lewat Udara ke Palambayan, Dukung Penanggulangan Banjir Sumatera Barat
Kegiatan ini terintegrasi dalam dua program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program pertama adalah Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) UKIM di Pulau Nusalaut yang diketuai oleh Vanny Leutualy.
Sementara program kedua merupakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 dengan fokus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan desa pesisir tangguh bencana di Negeri Waai, yang diketuai oleh Joanna Cristy Patty.
Baca Juga: Merawat Asa di Tengah Krisis, UI Salurkan Bantuan Fasilitas Air Bersih dan Pangan di Aceh Tamiang
Lebih dari sekadar pemasangan alat, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan.
Tim FMIPA UI memberikan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan memanfaatkan sistem EWAS secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Comment