JAKARTA, CEKLISSATU – Keputusan Ukraina yang mengatakana bahwa atlitnya tak diizinkan mengikuti kualifikasi Olimpiade 2024 jika bersaing dengan atlit Rusia, dikritik oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, sejumlah atlet tingkat nasional Ukraina memang dilaporkan memilih mengangkat senjata secara sukarela untuk membela negara.
Perang Rusia melawan Ukraina telah merenggut nyawa 262 atlet Ukraina dan menghancurkan 363 fasilitas olahraga. Hal itu diungkap oleh Menteri Olahraga Ukraina, Vadym Huttsait, pada Sabtu 1 April 2023.
Baca Juga : Dihadapan Presiden IOC, Jokowi Minta Olimpiade 2036 Digelar di IKN
Bertemu dengan presiden Federasi Senam Internasional, Morinari Watanabe, Huttsait pun berseru tidak boleh ada atlet dari Rusia yang diizinkan di Olimpiade atau kompetisi olahraga lainnya.
"Mereka semua mendukung perang ini dan menghadiri acara yang diadakan untuk mendukung perang ini," kata Huttsait, terungkap dalam transkrip di situs web Presiden Volodymyr Zelensky, seperti dikutip dari AFP, Minggu 2 April 2023.
Atlet Ukraina yang dinyatak tewas pada tahun ini adalah sosok skater Dmytro Sharpar yang tewas dalam pertempuran di dekat Bakhmut. Selain itu, ada juga Volodymyr Androshchuk yang merupakan juara decathlon berusia 22 tahun dan calon atlet Olimpiade masa depan.
Comment