Tak hanya soal koleksi, Farhan juga menekankan bahwa komunitas VW adalah cerminan nilai-nilai Bandung sebagai kota yang ramah, kreatif, dan penuh inovasi.
Baca Juga: Libur Panjang, Wisatawan Serbu Bandung, Gerbang Tol Pasteur Padat Kendaraan
"Kita belajar sabar dari VW. Bocor, las, king pen oblak, itu semua seni. Kita belajar sabar dan kreatif dari proses merawat mobil tua ini," tambahnya.
Berbagai aktivitas seperti pameran VW klasik, parade Kombi, kontes modifikasi, lomba audio, bursa onderdil, hingga sesi edukasi teknik perawatan VW, menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan pengunjung yang turut hadir.
Sementara itu, Ketua Volkswagen Indonesia Association (VIA), Nanan Soekarna mengatakan, pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan dan kebersamaan dalam komunitas VW.
"Acara ini bukan hanya soal mobil. Kita harus ingat tema besar kita: 'Values for Value, Full Commitment, No Conspiracy'. Artinya, jangan hanya mengejar materi atau value, tapi jaga juga values kita: persaudaraan, silaturahmi, dan solidaritas," kata Nanan.
Baca Juga: Bobotoh Meninggal Dunia, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Raya Bandung
Menurut Nanan, komunitas VW memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif, mulai dari montir, tukang las, hingga pembuat merchandise. Namun yang terpenting, kata Nanan, adalah menjaga integritas dan semangat kebersamaan.
Comment