JAKARTA, CEKLISSATU – Perkembangan teknologi di era digital ini juga tak pepas dari pinjaman online atau pinjol.

Ada beberapa keuntungan dari pinjol, di antaranya proses aplikasi yang cepat, persyaratan yang lebih fleksibel, dan persetujuan yang lebih mudah dibandingkan dengan institusi keuangan tradisional.

Namun, masyarakat harus bisa memahami risiko yang ditimbulkan dari pinjol.

Wakil Ketua Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Herry Darmawan menjelaskan, mengenal dunia pinjol merupakan pemahaman berbagai jenis pinjaman yang dapat diakses melalui platform online.

Baca Juga : Untuk Dapatkan Program KUR, Pelaku UMKM Jauhi Pinjol

Ada beragam produk pinjol yang tersedia, seperti pinjaman pribadi, pinjaman mikro, pinjaman tanpa jaminan, dan sejenisnya.

"Sangat penting bagi individu untuk mengidentifikasi risiko yang terkait dengan pinjaman online, seperti suku bunga yang lebih tinggi dan risiko keamanan data," ujar Herry dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema Mengenal Dunia Pinjaman Online, Rabu 31 Mei 2023.

Sementara itu Presenter Jatim Bangkit TV, Meinara Imam Dwihartanto menjelaskan, saat ini pinjol yang terus berkembang.

Banyak perusahaan fintech yang menawarkan layanan pinjaman online kepada individu dan bisnis.

Mekanisme pinjaman online ini melibatkan proses penilaian risiko yang berbeda dari pinjaman konvensional.

Platform pinjol menggunakan algoritma dan teknologi canggih untuk menganalisis data pemohon dan menentukan keputusan pinjaman secara otomatis.

"Hal ini memungkinkan akses pinjaman yang lebih mudah dan cepat, terutama bagi mereka yang tidak memenuhi syarat di bank konvensional," ujar Meinara.

Selanjutnya Anggota Komis8 I DPR RI, Mukhlis Basri mengatakan, pinjaman online adalah pinjaman yang dapat diakses dan diajukan melalui platform online, seperti aplikasi atau situs web.

Dalam pengaturan ini, peminjam dapat mengajukan pinjaman, mengisi formulir aplikasi, dan mengunggah dokumen yang diperlukan dengan mudah melalui antarmuka digital.

"Pengajuan pinjaman online ini seringkali lebih cepat dan lebih nyaman dibandingkan dengan metode tradisional seperti mengunjungi bank secara langsung," kata dia.

Terakhir, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara beraktivitas dan bekerja.

Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat ini semakin mempertegas era disrupsi teknologi..

Untuk mengahadapi hal tersebut, semua pihak harus mempercepat kerjasama dalam mewujudkan agenda trasformasi digital Indonesia.

“Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi,” tutup dia.