JAKARTA, CEKLISSATU - Begadang atau kebiasaan kurang tiduri, telah menjadi bagian dari gaya hidup modern bagi banyak orang. Namun, sedikit yang menyadari bahwa kebiasaan ini dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan, termasuk keseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh.

Kolesterol merupakan lemak penting yang berperan dalam fungsi tubuh, tetapi penelitian menunjukkan bahwa begadang dapat mengganggu keseimbangan kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Studi ilmiah menemukan bahwa kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat menyebabkan perubahan dalam profil lipid, termasuk peningkatan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dan penurunan kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik").

Baca Juga : 9 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai, Bukan Hanya Makanan

Hal ini disebabkan oleh gangguan dalam metabolisme lemak yang terjadi saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Peningkatan kadar kolesterol LDL dan penurunan kadar kolesterol HDL merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.

Menurut Dr. Sarah Johnson, ahli kardiologi dari Institute of Heart Health mengatakan, begadang tidak hanya mengganggu pola tidur, tetapi juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan, termasuk cara tubuh mengolah lemak dan kolesterol.

Studi telah menunjukkan bahwa orang yang sering begadang cenderung memiliki profil lipid yang tidak sehat, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.

Baca Juga : Hindari Konsumsi Jenis Ikan Ini Jika Kamu Menderita Kolesterol

Dr. Johnson menekankan pentingnya menjaga pola tidur yang teratur dan cukup untuk kesehatan jantung yang optimal.

 "Tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah aktivitas sehari-hari. Tidur yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme, termasuk metabolisme lemak dan kolesterol. Hindari begadang secara teratur dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan kolesterol tinggi," kata dia.

Secara mekanis, kurang tidur mempengaruhi produksi hormon kortisol yang berperan dalam metabolisme lemak. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh cenderung menghasilkan lebih banyak kortisol, yang dapat meningkatkan produksi kolesterol LDL dan mengganggu pengelolaan kolesterol HDL.

Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan resistensi insulin, yang berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol.

Baca Juga : Ini Makanan Penurun Kolesterol Tinggi yang Mudah Didapat dan Enak  

Berikut beberapa hal yang disarankan dilakukan untuk menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh.

1. Tidur Cukup

 Usahakan tidur selama 7-9 jam setiap malam untuk mendukung kesehatan jantung dan metabolisme lemak yang baik.

2. Mengatur Pola Tidur

Hindari kebiasaan begadang secara teratur. Cobalah untuk menjaga pola tidur yang teratur dengan menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari.

Baca Juga : 3 Ciri Terkena Kolesterol Dilihat dari Kuku

3. Menerapkan Rutinitas Tidur

Buatlah rutinitas tidur yang menyenangkan sebelum tidur, seperti mandi air hangat atau membaca buku, untuk membantu tubuh bersiap untuk tidur.

4. Menghindari Stimulan Malam

Batasi konsumsi kafein dan hindari minum alkohol terlalu banyak di malam hari, karena hal ini dapat mengganggu tidur.

Baca Juga : Suka Konsumsi Buah Naga? Ini Manfaat yang Bakal Kamu Dapat

Begadang secara teratur dapat mengganggu keseimbangan kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk menjaga kesehatan jantung yang optimal, penting untuk menghargai tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam.

Dengan mengatur pola tidur yang baik, kita dapat membantu melindungi diri dari risiko kesehatan yang terkait dengan kadar kolesterol yang tidak seimbang.

Mengonsultasikan dengan profesional kesehatan juga disarankan untuk mendapatkan nasihat yang lebih spesifik dan personal terkait manajemen kolesterol.