JAKARTA, CEKLISSATU - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin harga minyak lintas laut Rusia dibatasi.

Hal ini agar Rusia merasakan dampak sanksi, dimana dengan adanya pembatasan harga minyak ini, dapat mengurangi kemampuan Rusia untuk mendanai perangnya di Ukraina.

"Batas yang sedang dipertimbangkan hari ini, sekitar US$60, saya pikir ini adalah batas buatan," kata Zelensky seperti dikutip dari Reuters, Senin 28 November 2022.

Negara-negara yang tergabung dalam G7 diketahui sepakat membatasi harga pada minyak mentah Rusia dan mengusulkan harga minyak Rusia dibatasi di kisaran US$65-US$70 per barel. Namun, Uni Eropa belum menyepakati harga tersebut.

Baca Juga : Mengandung Propaganda LGBT, Rusia Bakal Blokir Game APEX Legends

Namun, tingkat batas harga masih diperdebatkan. Polandia, Lituania, dan Estonia percaya bahwa harga US$65-$70 per barel akan meninggalkan Rusia dengan keuntungan yang terlalu tinggi, karena biaya produksi sekitar US$20 per barel.

Sekitar 70-85 persen ekspor minyak mentah Rusia diangkut oleh kapal tanker daripada pipa. Ide dari pembatasan harga adalah untuk melarang perusahaan pengapalan, asuransi, dan reasuransi menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali jika dijual tidak lebih dari harga yang ditetapkan oleh G7 dan sekutunya.

Karena perusahaan pelayaran dan asuransi utama dunia berbasis di negara-negara G7, batas harga akan membuat Rusia sangat sulit untuk menjual minyaknya dengan harga yang lebih tinggi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS