MOSKOW, CEKLISSATU - Pemerintah Rusia akan memblokir APEX Legends. Game tersebut bakal di dilarang karena mengandung konten lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Berdasarkan sebuah unggahan Twitter yang dikirim oleh alphaINTEL, Rusia sedang mempertimbangkan untuk membanned game yang memiliki unsur "Propaganda LGBT".
Mereka telah melampirkan beberapa daftar game yang cukup banyak seperti pada gambar berikut;
Berhubungan dengan keputusan anggota parlemen Rusia yang mendukung RUU tentang pelarangan media yang mempromosikan LGBT. Unsurnya mencakup buku, film, iklan, dan konten-konten lainnya.
Jika ada warga yang melanggarnya, maka akan dikenakan denda sekitar 400.000 Rubel atau sekitar 103.000.000 Rupiah. Tak hanya warga negaranya tapi orang asing juga terkena imbasnya dan akan langsung dideportasi dari negara tersebut jika melanggar.
Tentunya aksi tersebut menuai banyak kecaman dari para pemain dan beberapa komunitas game. Setelah kesulitan dalam berpartisipasi di turnamen esports, kini mereka tak akan lagi bermain game esports jika telah dilarang.
Sejak Rusia menjadi negara yang tak berhubungan baik dengan negara lain akibat adanya krisis Rusia-Ukraina, beberapa perusahaan besar dunia terpaksa hengkang. Perusahaan itu seperti Ubisoft, EA, dan Epic Games telah menarik penjualanannya dari negara tersebut.
Hal ini mengakibatkan para gamers di Rusia memiliki akses yang terbatas. Bahkan judul game, turnamen, tim dan pemain esports pun terkena imbasnya yang cukup signifikan akibat adanya hal tersebut.
Sejumlah tim dan pro player tak dapat berpartisipasi di turnamen VALORANT, ALGS, dan CS:GO, terpaksa mengganti nama atau organisasi mereka demi dapat bermain di turnamen.
Comment