JAKARTA, CEKLISSATU – Usai pemilu pada 19 November 2022 lalu, terjadi kebuntuan politik di Malaysia.

Hal ini membuat Sultan Abdullah menggelar sidang dengan raja-raja Melayu atau para raja dari sembilan negara bagian Malaysia untuk memecah kebuntuan politik. 

Hasilnya, menunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang dilantik hari ini, Kamis 24 November 2022 pada pukul 17.00 waktu setempat di hadapan Sultan Abdullah.

Baca Juga : Kalah Pertama Kali, Mahathir Bakal Tulis Sejarah Malaysia 

Dikutip dari The Star dan Malay Mail, Kamis (24/11/2022), Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin, menyatakan Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah menyetujui penunjukan tersebut.

Diketahui bahwa Pasal 40 ayat 2(a) dan Pasal 43 ayat 2(a) pada Konstitusi Federal Malaysia mengatur soal wewenang Raja Malaysia untuk menunjuk Perdana Menteri yang diyakini memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat.

"Setelah mempertimbangkan pandangan-pandangan Yang Mulia Penguasai Melayu, Yang Mulia telah memberikan persetujuan untuk menunjuk Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia," demikian pernyataan Istana Negara Malaysia.