KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi masih merawat lima korban kecelakaan maut di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2 yang terjadi pada Selasa (4/2/2025) malam. Kelimanya berada dalam kondisi stabil, meskipun satu pasien bernama Wahyudin mengalami penurunan kondisi dan mendapat pemantauan intensif dari tim medis.
Direktur RSUD Ciawi dr Fusia Meidiawaty
menyampaikan bahwa para pasien yang masih menjalani perawatan adalah Dani Nursamsu, Sukanta, Wahyudin, Bendi Wijaya, dan Ryuji Adriana.
Baca Juga: Polisi Kumpulkan Bukti Kecelakaan di Tol Jagorawi, Fokus pada Sistem Pengereman
"Saat ini, Pak Wahyudin sedang mengalami penurunan kondisi dan dalam pemantauan ketat oleh dokter spesialis bedah saraf dan umum. Sementara itu, Ryuji secara umum kondisinya sudah membaik, tetapi tetap kami pantau karena mengalami cedera kepala," kata Fusia di RSUD Ciawi, Jumat (7/2/2025).
Sedangkan Bendi Wijaya sopir truk masih menjalani perawatan intensif akibat cedera kepala sedang yang menyebabkan rasa sakit berat. Ia mendapatkan penjagaan ketat dari pihak kepolisian selama 24 jam.
"Pak Bendi masih merasakan sakit cukup serius meskipun sudah diberikan obat. Saat ini, ia belum bisa dimintai keterangan oleh kepolisian," tambah Fusia.
Baca Juga: Dua Korban Kecelakaan Gerbang Tol Ciawi Bogor Belum Teridentifikasi, Mengalami Luka Bakar 100 Persen
Selain itu, Wahyudin mengalami retak pada tulang dada, yang menyebabkan rasa sesak. Tim medis terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisinya tidak memburuk.
Sementara itu, terkait proses identifikasi dua jenazah yang mengalami luka bakar 100 persen, Fusia menyebut bahwa hal tersebut memerlukan waktu sekitar tujuh hari. Proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Jawa Barat.
"Kami masih menunggu hasil dari tim DVI. Proses ini memerlukan waktu, jadi kita harus bersabar untuk mengetahui identitas korban," tutupnya.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di GT Ciawi, Dugaan Rem Blong atau Kelalaian Sopir
RSUD Ciawi memastikan seluruh pasien mendapatkan perawatan terbaik agar proses pemulihan berjalan cepat dan mereka dapat segera memberikan keterangan kepada kepolisian.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment