BOGOR, CEKLISSATU – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar kegiatan Riksa Budaya yang berkolaborasi dengan Pekan Kebudayaan Kota Bogor 2024, yang bertempat di Alun-alun Kota Bogor dengan tema Rukun Sauyunan. Hal ini dilakukan, untuk melestarikan kebudayaan agar tidak punah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan, kegiatan ini melibatkan seluruh sanggar seni di Kota Bogor dan diramaikan oleh berbagai aktivitas edukatif.
"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kegiatan Riksa Budaya yang berkolaborasi dengan Pekan Kebudayaan. Temanya *Rukun Sauyunan*, di mana seluruh budaya seperti Sunda, Betawi, Melayu, dan lainnya ditampilkan untuk melestarikan budaya di Indonesia,” ujar Iceu.
Baca Juga : Warga dan Pengendara Keluhkan Dampak Penutupan Perbaikan Jalan Penghubung Nanggewer-Karadenan
Selain pertunjukan seni, acara ini juga menghadirkan talkshow edukasi bagi anak-anak dengan tujuan menanamkan kesadaran pentingnya melestarikan budaya sejak usia dini.
Iceu menambahkan bahwa budaya tidak hanya menjadi identitas suatu daerah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan sektor pariwisata.
“Kita tahu kebudayaan termasuk salah satu sektor yang bisa meningkatkan pariwisata, khususnya di Kota Bogor,” jelasnya.
Kota Bogor yang memiliki keragaman budaya, termasuk pengaruh budaya Betawi di beberapa kelurahan, menjadi pusat perhatian dalam upaya pelestarian budaya.
“Ada dua kelurahan di Kota Bogor yang masih kental dengan budaya Betawi. Melalui tema Rukun Sauyunan, kita harap budaya ini tetap lestari,” katanya.
Acara ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sepuluh objek pemajuan kebudayaan (OPK) menjadi fokus utama dalam melibatkan generasi muda agar budaya lokal tidak terkikis oleh pengaruh budaya luar.
“Anak muda harus tetap melestarikan budaya, dan alhamdulillah banyak anak muda yang kreatif, mulai dari SD hingga SMA. Potensi mereka luar biasa,” ungkap Iceu.
Kadis Pariwisata Kota Bogor itu berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment