BOGOR, CEKLISSATU - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Diana Kusumastuti, menegaskan bahwa arah pembangunan infrastruktur Indonesia ke depan tidak lagi hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga harus mengedepankan aspek keberlanjutan, estetika, serta kelestarian lingkungan. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri seminar internasional International Lecture Series bertema Horticulture as the Living Infrastructure for Sustainable Landscape di Kebun Raya Bogor, Senin (27/7/2026).
Seminar yang menghadirkan pakar hortikultura dari Amerika Serikat itu dinilai menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan sekaligus bertukar pengalaman dalam merancang konsep pembangunan yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.
"Alam kita sudah bagus, tetapi tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu ditata agar lebih indah. Sekarang membangun tidak hanya fisiknya, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutannya, estetikanya, dan bagaimana manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujar Diana.
Menurutnya, kolaborasi dengan para ahli internasional penting agar Indonesia mendapatkan perspektif baru yang dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan di dalam negeri.
Diana juga mengingatkan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan besar yang harus diantisipasi dalam setiap proyek infrastruktur. Karena itu, pembangunan harus memperhatikan kondisi ekologi, termasuk pemilihan vegetasi yang sesuai dengan karakter masing-masing daerah.
"Perubahan iklim membuat kondisi cuaca semakin tidak menentu. Karena itu, pembangunan harus mampu mengantisipasi kondisi tersebut, termasuk memilih tanaman yang tepat di setiap ekoregion agar lingkungan tetap terjaga, mengurangi risiko banjir, dan tanaman dapat tumbuh dengan baik," jelasnya.
Comment