Dalam kesempatan tersebut, Diana turut memaparkan Visi PU 608 yang selaras dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Visi itu berfokus pada pencapaian Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah angka enam, pengentasan kemiskinan hingga nol persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen.

"Semua pembangunan yang kita lakukan harus memberikan dampak nyata terhadap pengurangan kemiskinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Selain membahas konsep pembangunan berkelanjutan, Diana juga menyinggung keberadaan Taman Anggrek di Kebun Raya Bogor yang dibangun Kementerian PU pada 2019 sebagai bentuk dukungan terhadap BRIN dan Kebun Raya Bogor dalam melestarikan anggrek asli Indonesia.

Baca Juga: Wamenko Pangan Hanif Faizol Tinjau Sentra Cabai HSS, 20 Hektare Lahan Masuk Program Nasional

Taman Anggrek tersebut dibangun dalam dua tahap dan diharapkan terus berfungsi sebagai pusat konservasi, penelitian, sekaligus pengembangan anggrek nasional. Sementara untuk pembangunan fasilitas serupa di kebun raya lainnya, Diana menyebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas yang ada.

Melalui seminar internasional ini, pemerintah berharap konsep living infrastructure atau infrastruktur berbasis alam dapat semakin diterapkan dalam pembangunan nasional, sehingga menghasilkan kawasan yang tidak hanya modern, tetapi juga lebih hijau, tangguh menghadapi perubahan iklim, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.