Lebih lanjut, Dedie menekankan pentingnya inovasi yang dihasilkan tidak hanya sekadar kreatif, tetapi juga relevan dengan permasalahan yang ada di Kota Bogor.
"Jadi misalnya ada juga kriteria-kriteria khusus yang berkaitan langsung dengan permasalahan seperti sampah, perparkiran, atau kemacetan. Sehingga ide dan gagasan itu bisa dijadikan bagian dari program Kota Bogor sebagai langkah kontribusi warga untuk kebaikan kota,” tuturnya.
Menurut Dedie, ide-ide kreatif yang muncul dari pelajar dan masyarakat tidak hanya memberi solusi atas persoalan kota, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi.
“Saya tadi melihat contoh menarik, seperti kulit pisang yang dijadikan keripik. Hal sederhana yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, tapi dengan sedikit pengolahan bisa berdampak secara ekonomi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Dedie juga sempat mencicipi langsung produk inovasi berupa keripik kulit pisang, Ia mengaku terkesan dengan ide-ide yang ditampilkan.
“Siapa tahu kalau dikapitalisasi, keripik kulit pisang bisa jadi makanan khas Bogor. Termasuk tadi limbah fisio dijadikan sambal, biasanya itu buat menurunkan kolesterol, ternyata bisa juga jadi sambal,” jelas Dedie.
Dedie berharap ke depan ide-ide kreatif dari pelajar bisa terus berkembang dan didukung dari sisi kemasan, pemasaran, hingga merek agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Jadi itu ide, kreativitas, dan inovasi menarik dari anak-anak yang kalau dikemas dengan baik packaging-nya bagus, mereknya bagus, bisa jadi produk bernilai ekonomi,” tutupnya.
Comment