KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kampung Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dilaporkan terbakar pada Senin (20/10/2025) pagi. 

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan menghanguskan bangunan tempat istirahat santri yang terbuat dari kayu dan bambu.

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, membenarkan kejadian tersebut. 

Baca Juga: Warga Kecamatan Nanggung Keluhkan Pelayanan BPJS, DPRD Kabupaten Bogor Janji Tindak Lanjut

Kebakaran pesantren Daarul Ibtida tadi jam 9 pagi,” kata dia saat dihubungi Ceklissatu.com

Menurutnya, Pesantren yang dihuni sekitar 10 orang santri itu terbakar diduga berasal dari korsleting listrik, karena banyak kabel yang terpasang secara tidak rapi di area.

“Pesantren kampung dari bilik, santrinya juga cuma 10 santri, material bangunannya dari kayu karena konsleting listrik, banyak kabel yang asal colok,” terangnya.

Meski api sempat membesar, kebakaran berhasil dipadamkan secara mandiri oleh para santri dan warga sekitar dan pihak kepolisian. Kebetulan, di depan pesantren terdapat kolam yang dimanfaatkan untuk mengambil air.

“Kebetulan di depan pesantrennya itu ada kolam, dipadamkan pakai ember kurang lebih jam 9.30, setengah jam-an sudah padam,” jelas Ucup.

“Pemadaman dilakukan manual oleh santri dan kita juga ikut bantu,” sambungnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun beberapa barang seperti buku dan Al-Qur’an ikut terbakar.

“Korban nggak ada, memang jauh dari pemukiman,” kata Ucup.

Bangunan yang terbakar diketahui merupakan tempat tidur atau istirahat para santri, bukan ruang belajar, Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp20 juta.

“Yang kebakaran itu bukan kelas, jadi tempat santrinya istirahat di situ. Kaya kamar gitu, dari bambu kayu, kerugian juga ditaksir 20 juta an,” bebernya.

Saat ini, aktivitas pesantren masih berlangsung seperti biasa karena para santri tetap dapat menempati bangunan lain yang tidak terdampak api.

“Santrinya nggak ngungsi, cuma 10 orang, di depan pak ustad juga masih ada,” tutupnya.