BOGOR, CEKLISSATU.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung lokasi gedung SMKN 1 Gunung Putri yang ambruk, di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Selasa (4/11/2025).

Rudy memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa tidak akan terganggu pasca musibah atap kelas ambruk di SMKN 1 Guning Putri tersebut.

“Kami memastikan dari Pemkab Bogor anak-anak kami yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya bersekolah di SMK Negeri 1 Gunung Putri, bahwa KBM tidak terganggu,” ujar Rudy di lokasi kejadian.

Baca Juga: Bangunan Ruang Kelas SMKN 1 Gunung Putri Kabupaten Bogor Ambruk

Selain memastikan keberlangsungan kegiatan belajar, Rudy juga menyampaikan, bahwa pemerintah daerah akan memberikan layanan trauma healing bagi siswa dan guru yang terdampak.

“Siswa-siswi mendapatkan layanan, salah satunya itu trauma healing bagi siswa maupun guru yang mengajar di SMKN 1 Gunung Putri,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti aspek teknis penyebab ambruknya atap sekolah.

Baca Juga: Korban Atap Ambruk Gedung SMKN 1 Gunung Putri Bertambah Jadi 44 Siswa, Empat Luka Berat Dirawat di RS

Menurutnya, atap bangunan menggunakan struktur baja ringan dengan genteng tanah liat yang cukup berat.

“Atapnya menggunakan struktur baja ringan, lalu gentingnya menggunakan genting tanah liat. Bebannya mungkin cukup berat, tetapi nanti secara teknis, dinas teknis akan melakukan langkah-langkah,” jelas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bangunan sekolah lain yang memiliki struktur serupa.

Baca Juga: Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Ambruk Diterjang Hujan Deras, 20 Siswa Luka-Luka

“Kami pun Pemkab Bogor bersama Pemprov Jabar akan melakukan evaluasi terhadap beberapa bangunan sekolah yang menggunakan atap struktur yang hampir mirip,” tuturnya.