BOGOR, CEKLISSATU.COM – Data terkini menunjukkan, jumlah korban luka-luka akibat atap ambruk gedung SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor bertambah menjadi 44 siswa. 

Insiden atap ambruk gedung SMKN 1 Gunung Putri itu dipicu oleh hujan deras dan dahan pohon tumbang, menyebabkan sebagian besar korban mengalami luka ringan dan telah ditangani di Puskesmas.

Namun, empat siswa dengan luka berat masih menjalani perawatan intensif di RS Hermina dan RSUD Cileungsi, sementara penanganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan.

Baca Juga: Gedung Sekolah SMKN 1 Gunung Putri Roboh Tertimpa Pohon Tumbang, 5 Kelas Hancur, Puluhan Orang Terluka

Seluruh korban merupakan siswa yang tengah berada di dalam ruang kelas saat bangunan roboh diterjang hujan deras pada Senin (3/11/2025) sore.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menyampaikan, bahwa seluruh korban telah mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

“Ada 44 orang yang mengalami luka-luka,” kata Yudi saat dihubungi Ceklissatu.com.

Baca Juga: Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Ambruk Diterjang Hujan Deras, 20 Siswa Luka-Luka

Dari jumlah tersebut, Yudi merinci sebagian korban mengalami luka ringan dan sebagian luka berat.

"22 orang luka ringan dibawa ke puskesmas, 2 orang luka berat ke RS Hermina, 2 orang luka berat ke RS Cileungsi, kemudiam 18 orang luka ringan ke RS Kenari,” bebernya.

Dia mengatakan, para korban atap ambruk itu sudah mendapatkan prengobatan, dan sebagian sudah dipulangkan.

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang di Jalan Pajajaran dan Timpa 1 Unit Angkot

“Korban yang luka berat masih dirawat di RS Hermina dan RSUD Cileungsi,” katanya.