Sementara itu,.Ketua Umum Yayasan CEO Global Indonesia, Trisya Suherman, menyampaikan bahwa SPPG Pamoyanan merupakan dapur kedua yang akan menjadi fokus pihaknya, sebagai bentuk komitmen terhadap kecerdasan generasi muda serta kesejahteraan masyarakat sekitar serta para pedagang.
“Dalam hal ini kami berfokus pada kolaborasi. salahsatunya dengan melibatkan para anggota CEO Indonesia, dan untuk pengelolaan dapur ini diserahkan kepada mitra profesional, Foodpedia MBG Solutions. Kami harap ini bisa ini jadi percontohan bagi pemilik atau pengelola dapur-dapur yang lainnya,” jelas, Trisya.
Selain itu menurutnya, transparansi juga menjadi hal ter penting yang ia tekankan, standar operasional yang ketat dalam pengelolaan dapur MBG juga harus tetap di tingkatkan.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat akan Bentuk Tim Evaluasi MBG, Pemerintah Daerah Bisa Ikut Awasi Pelaksanaan
“Dapur kami telah memenuhi standar dari Badan Gizi Nasional (BGN), dengan pengawasan dari kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan. Dapur pertama kami yang sudah berjalan 1,5 bulan mendapat respons positif, bahkan tak jarang kami menerima surat ucapan terima kasih dari anak-anak penerima manfaat,” ucapnya.
Masih di lokasi yang sama, Ketua CEO Jawa Barat yang juga sebagai CEO Foodpedia MBG Solutions, Joseph F. Iskandar, menyampaikan bahwa dapur SPPG Pamoyanan ditargetkan akan mulai beroperasi dalam 2 hingga 3 minggu ke depan. Nantinya, dapur ini akan menyajikan makanan bergizi untuk 3.000 siswa dari delapan sekolah di Bogor Selatan, ditambah 500 porsi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Comment