BOGOR, CEKLISSATU.COM – Ernest Layman, CEO dan Co-founder Rekosistem, memperkenalkan fasilitas pemulihan material bernama Reko Hub di Kota Bogor yang berfokus pada pengelolaan sampah daur ulang, khususnya plastik dan minyak jelantah.
Ernest menjelaskan, Reko Hub merupakan tempat pemulihan material yang bertugas memilah dan melakukan pengolahan awal sebelum sampah dikirim ke pabrik sebagai bahan baku.
“Tempat pemulihan material Reko Hub ini sebenarnya untuk memulihkan sampah-sampah daur ulang. Memang dua fokus utamanya itu adalah sampah plastik dan minyak jelantah. Tapi kita juga bisa menerima semua jenis material daur ulang seperti kardus, beling, logam, hingga sampah elektronik rumah tangga,” ujar Ernest di lokasi Reko Hub Kelurahan Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor Kamis, (26/2/2026).
Ia menuturkan, proses utama yang dilakukan di fasilitas tersebut adalah pemilahan sesuai kebutuhan spesifik pabrik. Setiap jenis sampah dipisahkan berdasarkan kategori dan standar industri.
“Fokus utama kita adalah melakukan pemilahan dan pengolahan awal. Pemilahan memastikan setiap jenisnya terpilah sesuai kebutuhan pabrik. Setelah dipilah, kita olah secara sederhana agar memenuhi spesifikasi,” jelasnya.
Untuk minyak jelantah, misalnya, dilakukan proses penyaringan dan pengujian laboratorium guna memastikan kadar lemak, kelembapan, dan kandungan kotoran sesuai standar.
Baca Juga: Masalah Sampah Pasar Tradisional Kian Serius, DPRD DKI Minta Pedagang dan Konsumen Diedukasi
Sementara botol plastik dipilah berdasarkan warna seperti bening, biru muda, hijau, atau putih susu.
Ernest menambahkan, fasilitas Reko Hub menerima sampah daur ulang yang tercampur selama masih dalam kategori non-organik. Namun, untuk sampah organik dan residu, saat ini belum dapat dikelola.
Reko Hub Bogor mulai uji coba pada Agustus 2025 dan resmi beroperasi penuh sejak September 2025. Secara perusahaan, Rekosistem berdiri sejak 21 Februari 2021 dan kini telah memiliki 21 Reko Hub di Indonesia, dengan fokus operasional di Pulau Jawa.
“Saat ini kapasitas produksi kita total 3 juta kilogram per tahun. Sejak beroperasi penuh September lalu, kita sudah mendaur ulang sekitar 870.000 kilogram sampah,” ungkap Ernest.
Fasilitas di Bogor ini berfokus melayani wilayah Kota Bogor, namun tetap terbuka bagi pengirim dari wilayah kabupaten sekitar selama secara logistik memungkinkan.
Comment