JAKARTA, CEKLISSATU.COM - DPR DKI Jakarta menyoroti persoalan sampah di pasar tradisional.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakartam Nova Harian Paloh mengatakan, untuk mengatasi persoalan sampah di pasar tradisional perlu adanya edukasi kepada para petani maupun pemasok sayur dan buah yang berjualan di pasar-pasar Jakarta.
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah praktik membawa maupun membuang sampah di area pasar.
Menurut Nova, sosialisasi tersebut cukup dilakukan dalam bentuk imbauan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan kota.
"Saya rasa tidak apa-apa karena ini sifatnya imbauan. Artinya kita sama-sama menjaga kota kita. Tidak ada masalah," ujar Nova, Kamis (26/2/2026).
Dalam rapat kerja Komisi B bersama Pasar Jaya dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) terungkap bahwa terdapat pedagang maupun masyarakat yang membawa sampah dan membuangnya di kawasan pasar.
Baca Juga: Pemkab Bogor Kerahkan 13 Truk hingga Beko Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Cikaret Cibinong
Kondisi itu dinilai turut memperparah persoalan sampah di pasar tradisional.
Dikatakan Nova, persoalan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang mencapai sekitar 200 ton per hari harus menjadi perhatian bersama.
Tanggung jawab menjaga kebersihan, kata dia, tidak hanya berada di tangan pengelola pasar, tetapi juga pedagang, konsumen, hingga pelaku usaha seperti pemilik restoran.
"Kami mengimbau seluruh pihak, baik konsumen maupun pemilik restoran dan lainnya, untuk bersama-sama menjaga kebersihan di wilayah Pasar Induk Kramat Jati," katanya.
Ia mencontohkan praktik pembelian buah seperti pisang. Biasanya, pembeli hanya mengambil buahnya, sementara tandan atau sisa lainnya dibuang di lokasi. Kebiasaan itu dinilai ikut menambah volume sampah pasar.
Nova menambahkan, Pasar Jaya telah memberikan peringatan terkait larangan membuang sampah sembarangan, termasuk melalui pengawasan CCTV. Meski demikian, ia menekankan bahwa kesadaran kolektif tetap menjadi kunci utama.
Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik, BRI Menara BRILiaN Ajak Peduli Lingkungan Melalui Mesin Daur Ulang RVM
"Yang paling penting, kelayakan kita sebagai konsumen harus terjaga. Dari sisi bau, kenyamanan, hingga higienitas, itu harus diperhatikan. Supaya konsumen nyaman berbelanja dan pedagang juga tetap sehat," tandasnya.
Comment