Sementara itu, Camat Cisarua Heri Risnandar menyampaikan apresiasi atas inisiatif PT BAP. "Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan komunitas, agar pelestarian lingkungan bisa berjalan berkelanjutan," ujarnya. 

Ia juga mengungkapkan rencana untuk mengajak perusahaan-perusahaan lain di wilayah Puncak untuk ikut serta dalam upaya penghijauan secara bertahap. "Ini bukan hanya tentang menjaga hutan, tapi juga membuka peluang ekonomi melalui pariwisata hijau dan lapangan kerja berbasis pemanfaatan hutan yang lestari," tambahnya.

Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Dorong Optimalisasi Produksi RDF di TPPAS Lulut Nambo 

Gen-Z Peduli Alam

Masih dalam acara yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan pada BP2SDM Kemenhut, Luckmi Purwandari, mengajak seluruh generasi muda untuk melestarikan alam. "Saat ini 50 persen penduduk Indonesia adalah generasi muda, generasi z (gen-z). Bayangkan jika semua mau belajar dan menularkan pelestarian lingkungan dan hutan," ucapnya.

Kemenhut, kata Luckmi, sedang fokus melakukan review dan evaluasi dan menggelorakan semangat generasi muda agar melakukan prilaku yang adil terhadap alam. "Apa yang kita lakukan terhadap alam maka alam berdampak terhadap manusia. Ayo hentikan penggunaan sampah plastik. Hari ini kita dihadapkan pada tiga persoalan utama lingkungan, yaitu climate change, terancamnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran sampah serta limbah," papar dia.

Ia pun berharap kegiatan yang digagas PT BAP ini tidak hanya berhenti hari ini tapi harus berkelanjutan dan dilakukan secara kolektif sehingga menjadi budaya.

(Acep Mulyana)