BOGOR, CEKLISSATU.COM - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), sejumlah buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bogor akan menyampaikan aspirasinya secara langsung ke Jakarta pada Jumat, 1 Mei 2026. Hal tersebut disampaikan Ketua SPN Bogor, Budi Mudrika, Kamis (30/4/2026).


“Pada kesempatan May Day tahun ini, kami dari Serikat Pekerja Nasional akan menyampaikan aspirasi langsung ke Jakarta. Berdasarkan informasi, perayaan May Day kali ini akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Budi.


Menurutnya, seluruh serikat buruh di Indonesia akan berkumpul dalam momentum tersebut untuk menyuarakan berbagai aspirasi secara bersama-sama.

Baca Juga: Bakti Sosial dan Donor Darah HUT ke-53 KSPSI, Kapolri Tegaskan Dukungan untuk Kesejahteraan Buruh


“Dalam momentum May Day 2026 ini, serikat buruh di Indonesia, termasuk kami dari Bogor, akan menyampaikan sejumlah isu penting,” katanya.

Budi menjelaskan, sejumlah isu yang akan disampaikan antara lain pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta kekhawatiran terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak perang global.


Selain itu, pihaknya juga menyoroti reformasi perpajakan, termasuk kenaikan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), penghapusan pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR), serta pajak Jaminan Hari Tua (JHT) dan pensiun.


Tak hanya itu, SPN juga akan mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset yang hingga kini belum disahkan.


“Kami sudah lama menyuarakan terkait RUU Perampasan Aset, namun sampai saat ini belum juga disahkan,” ujarnya.

Baca Juga: May Day, BPJS Ketenagakerjaan Bogor Kota Berikan Paket Sembako kepada SP/SB Kota dan Kabupaten Bogor

Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri nikel, moratorium industri semen akibat kelebihan pasokan, ratifikasi Konvensi ILO 90, hingga perjuangan tarif ojek online sebesar 10 persen.


Selain itu, SPN juga mendorong revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, serta pengangkatan guru dan tenaga honorer PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu.


“Kami akan menyampaikan seluruh isu tersebut secara langsung, yang menurut kabar akan diteruskan melalui Presiden Prabowo Subianto pada momentum May Day 2026. Semoga apa yang menjadi harapan kaum buruh dapat terwujud. Salam buruh, hidup buruh,” pungkas Budi.