Selain pendidikan, Kecamatan Bogor Selatan juga mengupayakan pengadaan lahan untuk kantor kelurahan serta penambahan ruang dan perluasan musala di kantor-kantor kelurahan.
“Prioritas kecamatan yang pertama adalah pengadaan lahan Kantor Kelurahan Pakuan yang sampai sekarang masih menyewa. Mudah-mudahan bisa terwujud pada 2027. Tahun ini kami melakukan pembaruan feasibility study,” paparnya.
Hasil Musrenbang Kecamatan Bogor Selatan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Bogor yang dijadwalkan berlangsung pada Maret atau April 2026.
“Kalau sesuai jadwal dari Baperida, Musrenbang tingkat kota sekitar bulan Maret atau April,” kata Irman.
Terkait masih dominannya usulan pembangunan fisik, Irman mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah mengarahkan kelurahan agar turut mengusulkan program non-fisik.
“Sebenarnya bukan soal prioritas atau tidak, karena semuanya prioritas. Namun kenyataannya, usulan kelurahan masih didominasi pembangunan fisik,” ujarnya.
Menurutnya, ruang usulan non-fisik justru lebih luas dan dapat melibatkan banyak OPD. Program seperti pelatihan peningkatan kapasitas, pengembangan dan bantuan UMKM, serta pembinaan kelembagaan RT dan RW dapat menjadi alternatif usulan.
Comment