BOGOR, CEKLISSATU.COM – Hadir langsung di Musrenbang Kelurahan Kertamaya, anggota DPRD Kota Bogor, Hakanna menyebut, menjadi bentuk komitmennya untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dan terakomodasi dalam perencanaan pembangunan tahun mendatang.
Hakanna menegaskan, bahwa seluruh usulan masyarakat yang muncul melalui Musrenbang akan terus dikawal agar dapat terealisasi.
“Tentunya sudah dibentuk dalam ajuan-ajuan prioritas nanti untuk pembangunan ke depan,” ujar Hakanna saat di temui di Kantor Kelurahan Kertamaya usai menghadiri kegiatan musrenbang, Jumat (12/12/2025).
Baca Juga: Musrenbang Jadi Tolak Ukur Pembangunan, DPRD Kota Bogor Minta Masyarakat Harus Terlibat
Salah satu fokus utama Hakanna adalah percepatan pembangunan SMA di wilayah Kertamaya.
Ia menyampaikan, bahwa upaya tersebut telah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026.
“Sekarang juga kita akan dorong untuk 2026 tidak mundur lagi pembangunan sekolah SMA di sini. Sekolah SMP masih dalam proses, tapi yang sudah fix insyaallah 2026 pembangunan SMA,” ungkapnya.
Hakanna menegaskan, bahwa pendidikan merupakan kebutuhan mendesak (urgensi) di Kertamaya, mengingat masih adanya kekurangan fasilitas pendidikan serta tingginya angka putus sekolah di wilayah Bogor Selatan.
“Yang urgen itu kan memang sekolah, 2026 jangan gagal lagi. Kita harus kawal itu dan masalah sekolah ini sudah saya teriak-teriak juga,” tegasnya.
Hakanna juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam mendukung perencanaan pembangunan.
Baca Juga: Berawal Tukar Kado, Ternyata Menjadi Peluang Bisnis.
Menurutnya, validitas data menjadi kunci agar pemerintah dapat menetapkan kebijakan yang tepat.
“Kita harus berupaya bersama-sama bagaimana sumber daya bisa aktif mengikuti digitalisasi. Ke depan itu semua berbasis aplikasi. Tapi kalau datanya tidak valid, itu akan menjadi kekacauan,” jelasnya.
Hakanna menambahkan, bahwa digitalisasi akan mempermudah pemerintah mengetahui kebutuhan riil masyarakat, termasuk jumlah siswa, tingkat stunting, hingga data disabilitas.
Baca Juga: Pembangunan SMK Negeri Cigudeg Kabupaten Bogor Mulai Masuki Tahap Peninjauan Lahan
“Kalau sudah berbasis digital, kita tidak akan kekurangan sekolah karena sudah tahu berapa yang lulus SMP, berapa anak, dan sebagainya Ketika sekolah belum terbangun juga, berarti ada kesalahan di administrasi memasukkan data,” paparnya.
Sebagai anggota dewan, Hakanna menegaskan, bahwa fungsi pengawasan menjadi prioritas utamanya, terutama terkait pelayanan publik dan penggunaan anggaran.
“Pelayanan publik ini akan saya utamakan. Ketika pelayanan publik maksimal, dampaknya akan dirasakan masyarakat, dan di situlah masyarakat merasakan keberadaan pemerintahan,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Bogor Buka Gebyar Pelayanan Publik 80 Jam Non Stop, Siapkan Puluhan Jenis Layanan di MPP
Lebih jauh, Hakanna menegaskan bahwa informasi terbaru yang ia terima dari Dinas Pendidikan dan Baperida menunjukkan bahwa pembangunan sekolah baru akan dimulai pada 2026.
“Perencanaannya 2026, dan dari rapat komisi, Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kota Bogor juga sudah menyampaikan akan dibangun sekolah di Tanah Sareal dan Bogor Selatan,” jelasnya.
Ia menekankan, bahwa pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas, bukan hanya terpusat di wilayah-wilayah tertentu.
“Pembangunan itu tidak bisa satu sisi saja. Ketika ada satu wilayah yang tidak maju, itu bukan keberhasilan pembangunan. Kita akan dukung pemerataan itu dengan data yang valid,” tutupnya.
Comment