BOGOR, CEKLISSATU - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim beserta para pejabat yang ada di Kota Bogor hadir dalam acara Abdi Nagri Nganjang Ka Warga, salah satu program yang di Inisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang di gelar di lapangan Softball GOR Pajajaran Bogor pada Jum'at, malam (25/7/2025).
Antusias ribuan warga memadati lapangan tersebut terlebih saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang lebih akrab di sapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu telah hadir di atas panggung.
Dalam sambutan nya, KDM menyampaikan pesan moral kepada seluruh masyarakat agar dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan serta mengembalikan sekaligus merawat ekosistem alam.
Baca Juga: Gubernur Jabar Apresiasi Kepala Desa Hambalang Bogor, Dedi Mulyadi: Sangat Paham Masalah
"Aya PSDA, (Kepala Dinas Sumber Daya Air) unggal poe ku aing ditugaskeun walungan kudu bersih, situ-situ kudu diurus sabab urang mah urang Sunda, Ari Sunda teh cirina aya Gunung lamun gunung bakal aya susukan, aya walungan aya bendungan aya muara tah kabeh ti mimiti sungapan tepi ka muara teumenang aya runtah."kata dia.
"Yang artinya "Ada PSDA (Kepala Dinas Sumber Daya Air) tiap hari sama saya diberikan tugas Sungai harus bersih, setuju (Danau) harus diurus, sebab kita adalah orang Sunda, Kalau Sunda itu tandanya ada gunung, kalau gunung akan ada selokan/parit, ada sungai, ada bendungan ada muara, nah itu semua berawal parit sampai ke muara tidak boleh ada sampah."ujar Dedi
Ia juga mengatakan bahwa kedepannya kalau sudah tertata semua, tidak boleh ada yang membuang limbah ke parit baik itu limbah rumah tangga maupun limbah pabrik.
Pesan moral ini bertujuan agar semua masyarakat terhindar dari bencana alam seperti banjir dan lain-lain, untuk itu tak hentinya KDM menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam khususnya kepada masyarakat sunda.
"lamun urang ngaku Sunda, walungan kudu dimuliakeun lain dihinakeun, engke lamun usum hujan jelema raribut banjir, banjirna kiriman ti bogor, sabab leuweung di bogor diganti bangunan resmi aya anu teu resmi anu teu resmi lolobana jelema ngarti, ngarti jeung dirina tapi teu bisa ngartikein batur. yang artinya adalah:
"Kalau kita mengaku orang sunda, sungai harus dimuliakan bukan dihinakan, nanti kalau musim hujan orang pada ribut banjir, banjirnya kiriman dari bogor, sebab hutan diBogor diganti bangunan resmi ada juga yang tidak resmi, yang resmi kebanyakan orang yang mengerti, ngerti buat dirinya tapi tidak bisa mengerti kan oranglain." ujar KDM yang selalu mendapatkan sambutan antusias dari warga.
Dirinya berharap semoga semua pada sadar untuk itu dalam kesempatan itu juga ia mengajak mari kita semua harus punya kesadaran, jika ingin tidak ada banjir semua hutan harus dikembalikan ke asalnya, puncak harus kembali dingin, bangunan yang melanggar harus di tertibkan kali Ciliwung juga harus kembali bersih dan di bantaran kali Ciliwung tidak diperbolehkan ada bangunan, semua harus bersih.
"Sabab urang teh kudu silih asah, silih asih silih asuh bersih di bogor bersih di Jakarta hejo di bogor hegar di Jakarta tah eta hirup teh kudu kitu ulah silih salah keun." (Sebab kita itu harus saling mencerdaskan, saling menyayangi, dan saling mengasuh, bersih di Bogor, bersih di Jakarta, hijau di Bogor, indah di Jakarta, nah begitulah hidup kita, jangan saling menyalahkan." tegas KDM
Di penutup acara KDM memanggil seorang ibu salah satu warga yang sedang hadir untuk naik keatas panggung, setelah ditanya KDM, ibu tersebut bernama Titin Fatimah yang berdomisili di bantar jati kaum, yang memiliki suami bekerja menjadi penjaga sekolah di salah satu sekolah TK tak jauh dari rumahnya, namun walau penghasilan suaminya sudah cukup untuk kebutuhan hidupnya, Titin tetap membantu penghasilan suaminya dengan berjualan keliling.
Ibu itu sudah menjadi contoh bagi semua masyarakat bahwa, dari penghasilan yang bila di bandingkan dengan kebutuhan hidup saat ini dianggap tidak sesuai, namun ibu Titin malah bisa menunjukan bahwa dengan penghasilan yang ada dan digunakan untuk biaya sehari-hari ia masih bisa menyisihkan uang untuk di tabungnya.
KDM pun berkata bahwa sengsara dan tidak sengsara seseorang tergantung dari usahanya.
"Inilah contoh orang yang bersyukur yang tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah"
Dari kisah kehidupan ibu Titin akhirnya menjadi sebuah keberkahan yang sangat luar biasa, dengan spontan KDM memberikan sejumlah uang untuk membantu menambah tabungan ibu Titin tidak sampai disitu ternyata usai KDM memberikan sejumlah uang, sejumlah pejabat yang hadir pun turut menyisihkan rejekinya dan diberikan secara langsung kepada Ibu Titin Fatimah.
"Sengsara dan tidak sengsara seseorang tergantung dari usahanya, inilah contoh orang yang bersyukur yang tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah." tutur KDM
Comment