KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi, memberikan tanggapan terkait ambruknya atap ruang kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang terjadi pada Rabu (10/9/2025) pagi.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Kang Dedi menyampaikan langkah cepat yang akan diambil Pemprov Jabar.
"Pertama, mulai hari besok Pemprov Jabar akan mulai membangun ruang kelas baru agar anak-anak dalam waktu cepat bisa kembali belajar dengan normal di ruangan kelas,” ucap Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Tinjau Kondisi SMKN 1 Cileungsi, Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Penanganan Korban dan Trauma Healing
Tak hanya fokus pada perbaikan SMKN 1 Cileungsi, Dedi juga meminta seluruh kepala sekolah SMA dan SMK negeri di Jawa Barat untuk melakukan identifikasi kondisi bangunan sekolah masing-masing.
“Yang kedua, saya meminta kepada seluruh kepala sekolah SMK dan SMA negeri di Jawa Barat untuk mengidentifikasi sekolahnya masing-masing," jelasnya.
"Ruang kelasnya masing-masing, untuk memastikan ada ruang kelas yang rusak yang berpotensi roboh dan mengganggu kenyamanan anak-anak kita untuk belajar,” tambah Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Bangunan SMKN 1 Cileungsi Masih Labil, BPBD Kabupaten Bogor Waspadai Ambruk Susulan
Dedi Mulyadi juga mengatakan, laporan dari hasil identifikasi tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Jabar.
Dedi Mulyadi memastikan pembangunan dan perbaikan ruang kelas akan dilakukam pada tahun ini juga.
“Segera dilaporkan, karena Pemprov Jabar akan segera melakukan pembangunan pada tahun ini juga di sisa waktu bulan September, Oktober, November hingga Desember,” tegas Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk, 31 Orang Jadi Korban Luka-Luka
Diberitakan sebelumnya, Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIB, bangunan sekolah berupa atap dan sebagian dinding tiba-tiba ambruk menimpa ruang kelas yang tengah digunakan oleh siswa kelas 10 dan kelas 12, akibat insiden ini 36 siswa dilaporkan luka-luka.
“Sekitar jam 10 pagi tadi atap sama dinding sekolah tiba-tiba ambruk, pas banget lagi dipakai kegiatan belajar anak-anak kelas 10 sama kelas 12,” ujar Jalal kepada Ceklissatu.com.
Comment