KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi sejumlah korban ambruknya bangunan Majelis Taklim Asobiyah yang tengah dirawat di RSUD Kota Bogor, Senin (8/9/2025).
Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan layanan kesehatan bagi korban berjalan dengan baik.
“Kami memastikan layanan kepada korban majlis taklim agar berjalan dengan baik, dan saya juga lihat seluruh pasien ditangani dengan baik,” ujar Kang Dedi Mulyadi di RSUD Kota Bogor.
Menurutnya, beberapa korban dengan luka lebih serius dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, sementara sebagian lainnya menjalani rawat jalan atau perawatan di klinik spesialis tulang.
Baca Juga: Korban Runtuhnya Majelis Taklim di Ciomas Bertambah, 4 Meninggal Dunia dan 85 Luka-Luka
“Ada juga yang dirujuk ke rumah sakit lebih baik di Jakarta karena problem lukanya lebih akut, ada juga yang pulang dengan berobat jalan atau yang dirawat di bengkel tulang,” jelasnya.
Dedi menegaskan, seluruh biaya perawatan korban ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Seluruh biaya dari perawatan para korban ini semuanya ditanggung oleh Pemprov Jabar. Kita hadir untuk menyelesaikan problem publik,” tegasnya.
Terkait langkah penanganan bangunan majelis taklim yang rubuh, Dedi menilai hal itu merupakan ranah kepolisian, bukan kewenangan gubernur.
“Pertama dari sisi penanganan itu kewenangan gubernur, tetapi dari sisi penanganan yang lain menyangkut konstruksi bangunan yang rubuh, yang menyangkut kelayakan bangunan itu kewenangan kepolisian, bukan kewenangan gubernur,” katanya.
Dedi juga menyampaikan harapannya agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Harapannya ke depan, pertama selalu mempertimbangkan kapasitas, bangunan itu harus punya kapasitasnya, kalau punya kapasitas 30 orang tidak boleh diisi oleh 100 atau 200 orang, itulah konstruksi bangunan, apalagi di daerah tebing dan jurang harus mempertimbangkan kualitas bangunan,” pungkasnya.
Comment