KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Berawal untuk kebutuhannya sehari-hari, Wawan, seorang warga Kampung Cimendo Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor kini menyediakan air yang diambilnya dari sungai dan menjualnya kepada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Wawan menjual air tersebut kepada warga sekitar menggunakan mobil dan toren air.
Menurut Wawan, kekeringan ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian, seperti mandi dan mencuci.
“Sudah satu bulan lebih kekeringan, jadi sekarang air kita beli. Saya juga jual, bawa mobil ambil dari kali,” ucap Wawan saat ditemui Ceklissatu.com, Senin (04/08/2025).
Baca Juga: Musim Kemarau Sumber Air Mengering, Petani Kampung Cimendo Jonggol Belum Bisa Menanam
Ia menjelaskan, air yang dijual berasal dari aliran Sungai Cihoe dan dipakai untuk keperluan non-konsumsi, lalu menjual satu toren berisi 1.000 liter air seharga Rp75 ribu.
Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 5 sampai 6 tangki, bahkan saat kondisi kering parah bisa mencapai 10 tangki.
“Per toren Rp75 ribu, sehari bisa 10 toren. Tapi sekarang-sekarang paling 5 sampai 6 toren,” beber Wawan.
Menurut Wawan, awalnya ia berjualan karena kebutuhan pribadi dan kesulitan mendapatkan air.
Melihat banyak warga mengalami hal serupa, ia pun berinisiatif mulai menjual air.
“Awalnya ya karena kebutuhan. Mau mandi aja susah. Akhirnya coba jualan, ternyata banyak yang butuh juga,” terang Wawan.
Saat ini, setidaknya ada sekitar delapan mobil serupa yang ikut menjual air di wilayah Cimendo.
Meski persaingan cukup ketat, Wawan mengaku, masih mendapatkan keuntungan yang cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Keuntungannya lumayan lah, sehari bisa dapat sekitar Rp300 ribu bersih, modalnya cuma bensin sama mesin air,” tuturnya.
Wawan dan warga lain berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi jangka panjang agar setiap musim kemarau, warga tidak terus bergantung pada air sungai yang kualitasnya belum layak konsumsi.
Comment