BOGOR, CEKLISSATU.COM - Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) resmi memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian di kawasan Gunung Salak hingga 30 Juni 2026. 

Kebijakan Itersebut mulai berlaku sejak 1 April 2026 pukul 06.00 WIB sebagai langkah antisipatif demi keselamatan pengunjung serta menjaga kelestarian alam TNGHS.

Dikutip dari Instagram @btn_gn_halimunsalak, Senin (6/4/2026), pihak pengelola menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor penting, seperti pemulihan ekosistem, potensi bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan, hingga penataan jalur dan fasilitas pendakian agar lebih aman dan nyaman ke depannya.

Baca Juga: Mulai Besok Pendakian ke Gunung Salak dan Obyek Wisata Kawah Ratu Ditutup Sementara

"Gunung Salak merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati agar tetap lestari dan dapat dinikmati dalam jangka panjang," ujar pengelola.

Selama masa penutupan Gunung Salak, seluruh jalur pendakian dinyatakan tidak dapat diakses, termasuk jalur Cidahu, Pasir Reungit, Cimalati, dan Ajisaka. 

Penutupan itu berlaku menyeluruh tanpa pengecualian untuk aktivitas pendakian.

Baca Juga: Event "Sukamantri Fun Trail Run" Siap Digelar di Kawasan TNGHS, Bogor

Gunung Salak yang berada di kawasan TNGHS dikenal sebagai salah satu tujuan favorit pendaki di Jawa Barat. 

Namun, kondisi cuaca ekstrem serta kerentanan terhadap bencana menjadi alasan utama pembatasan aktivitas wisata di wilayah tersebut.

Balai TNGHS juga mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki dan pecinta alam, untuk bersabar dan mematuhi kebijakan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung upaya konservasi sekaligus menjamin keselamatan bersama.

Baca Juga: Ragil, Si Elang Jawa Penguasa Baru Langit Gunung Halimun Salak

Dengan perpanjangan penutupan TNGHS, diharapkan ekosistem Gunung Salak dapat pulih secara optimal, serta fasilitas pendakian dapat ditata lebih baik sebelum kembali dibuka untuk umum.