KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Rencana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akan melibatkan masyarakat dalam penanganan hutan rusak dengan imbalan upah Rp50 ribu per hari mendapat tanggapan positif dari aktivis lingkungan sekaligus CEO Greenmind, Mochammad Afdhal Virgieawan.

Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aspek penghijauan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial masyarakat sekitar hutan.

“Dia memberikan upah sebagai jasa menanam pohon, karna Dedi mempunyai pendekatan yang cukup baik dengan masyarakat, dengan adanya program seperti itu cukup inovatif dalam upaya pelestarian lingkungan yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Afdhal saat dihubungi Ceklissatu.com, Jumat (5/12/2025).

Baca Juga: Warga Tanam Pohon Digaji Rp50 Ribu dari KDM, Pemkab Bogor: Kami Baru Dengar dan Belum Tahu Anggarannya

Afdhal menilai, pelibatan langsung warga dalam program penanaman dan pemulihan hutan berpotensi mendorong rasa memiliki terhadap lingkungan.

Menurutnya, motivasi berupa upah dapat menjadi pemicu agar warga turut menjaga keberlangsungan ekosistem hutan.

Lebih lanjut, Afdhal menyebut konsepnya cukup menjanjikan. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan bergantung pada beberapa aspek penting.

Baca Juga: Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Tanam Pohon Endemik di TMII Jakarta, Perkuat Konservasi Keanekaragaman Hayati

“Sebenarnya cukup efektif, namun, kita juga harus lihat beberapa faktor. Misalkan secara konsep, pendekatannya melalui meningkatkan partisipasi warga. Bagaimana pemerintah itu mengajak masyarakat terlibat, jadi tidak hanya sebagai penonton,” kata dia.