BOGOR, CEKLISSATU.COM - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Ranggamekar resmi menjadi ujung tombak penyediaan Makanan Bergizi (MBG) di Kota Bogor.
Sejak diresmikan pada Jumat (3/10/2025), SPPG Ranggamekar mendistribusikan sebanyak 3.571 porsi MBG sehat setiap hari untuk lima sekolah penerima manfaat, yaitu SDN Ranggamekar, SDN Pamoyanan 3, SMPN 9, SMPN 13, dan SMAN 4 Kota Bogor.
Kepala Dapur SPPG Ranggamekar, Muhamad Sopian Sahuri memastikan, proses pengolahan MBG dilakukan sesuai SOP kebersihan ketat.
Baca Juga: DPR Kritik Menkes Soal Kurikulum: Pengelola MBG yang Harus Paham Gizi
Sopian juga menambahkan, bahkan dapur gizinya juga mulai berinovasi dengan menu populer seperti spaghetti dan burger demi memenuhi permintaan para siswa.
“Untuk saat ini porsi yang kami siapkan masih tetap 3.571 per hari,” ujar Sopian, Rabu (8/10/2025).
Proses pengolahan makanan di SPPG Ranggamekar dilakukan secara terorganisir dan sesuai SOP kebersihan yang ketat.
Baca Juga: SPPG Pamoyanan Telah Diresmikan, Jenal Abidin Dirut PPJ: Bahan Baku dari Pedagang Pasar
Sopian menjelaskan bahwa semua relawan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat memasuki ruang produksi.
“SOP kami jelas. Relawan wajib pakai masker, hairnet, sarung tangan, dan APD lainnya. Setelah proses pemorsian selesai, ruangan langsung dibersihkan oleh tim masing-masing. Sedangkan untuk pengelolaan sampah pun ada tim khusus yang bertugas,” jelasnya.
Kegiatan dapur dimulai sejak sore hingga dini hari. Tim persiapan mulai bekerja pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 00.00 WIB untuk memotong sayuran, daging, dan bahan lainnya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Dorong Petani untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis
Kemudian, tim pengolahan mulai masuk pukul 01.00 WIB dan mulai memasak pada pukul 02.00 WIB.
“Pengiriman pertama dilakukan pukul 07.00 dan 08.00 pagi. Kloter kedua biasanya dikirim sekitar pukul 11.00,” terangnya
SPPG Ranggamekar juga menerima banyak masukan dan permintaan dari para siswa penerima manfaat, seperti diantaranya spaghetti, burger, dan bakso, dan saat keinginan mulai dicoba di penuhi ternyata mendapat tanggapan positif.
Baca Juga: Pulau Jawa Catat Kasus Keracunan MBG Terbanyak, Menkes Rinci Penyebabnya
“Kemarin ini saya kumpulin semua request dari siswa. Ada yang minta spaghetti, burger, bakso, macam-macam lah. Kami coba penuhi satu per satu dan respons mereka bagus banget, mereka senang,” kata Sopian.
Meski saat ini SPPG Ranggamekar masih fokus pada operasional dasar, ke depan Sopian menyatakan akan membuka peluang untuk pengembangan variasi menu lebih luas.
“Ini masih tahap awal. Tapi ke depan pasti ada pengembangan, termasuk inovasi menu MBG sesuai permintaan siswa, akan coba kami sesuaikan,” pungkasnya.
Comment