BOGOR, CEKLISSATU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, menyebut netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam pesta demokrasi menjadi salah satu hal utama yang menyebabkan tercederainya pemilu.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Burhanudin menegaskan jika hal tersebut terjadi dalam setiap momentum pemilu.

Karena biasanya, kata dia, ASN ini ada dua tipe. Ada yang lurus melaksanakan tugas, ada juga yang politik. Biasanya yang ingin berkarir cepat ikut dalam ruang politik praktis.

"Ini cukup rawan terjadi. Ketika dimobolisasi misalnya, ada kemungkinan menggunakan anggaran untuk kepentingan politik," ungkap Burhan, Senin 23 Mei 2022.

Begitu juga dengan netralitas penyelenggara pemilu. Menurutnya, lembaga pemilu seperti Bawaslu dan KPU harus juga diawasi untuk menjaga hasil pemilu yang berkualitas.

"Integritas penyelenggara juga amat penting. Sehingga, hasil pemilu punya legitimasi yang kuat, melahirkan pemimpin berkualitas. Ini hanya beberapa yang umum, banyak juga tantangan lain yang mesti kita antisipasi bersama sedini mungkin," tutur Burhan.