JAKARTA, CEKLISSATU - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan konsumsi rumah tangga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ekonomi Indonesia telah balik ke level sebelum pandemi Covid-19. Dimana, pertumbuhan ekonomi nasional yang konsisten tumbuh di level 5%.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan kinerja impresif pertumbuhan ekonomi selama Tahun 2022 telah melebihi pertumbuhan sebelum pandemi atau 2019," ujar Airlangga saat konferensi pers secara daring, Senin 7 November 2022.

Baca Juga : Di Tengah Gejolak Global, Sri Mulyani Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5%

Pada kuartal III 2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,72% (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan kuartal I dan II masing masing 5,01% (yoy) dan 5,44% (yoy).

Capaian ini membuat ekonomi Indonesia bisa bertahan di tengah ancaman resesi ekonomi global. Airlangga menyebut, ekonomi Indonesia justru meningkat dibanding ekonomi global yang diprediksi melambat.

Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong dari arus investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) sebesar 4,94% dan sektoral yakni transportasi pergudangan akibat digitalisasi yang mengalami pertumbuhan 25,81%. 

"Mobilitas masyarakat akibat penanganan pandemi yang baik dan terkendali secara spasial membuat pertumbuhan menguat," ucapnya.

Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia dari wilayah juga besar.

“Jawa memberi andil paling besar bagi pertumbuhan ekonomi, sebesar 56,3%. Wilayah timur juga kinerjanya impresif, Sulawesi pertumbuhannya 8,24%, demikian pula di Maluku Papua juga pertumbuhannya impresif," pungkas Airlangga.