JAKARTA, CEKLISSATU – Menteri Pariwisata dan Eknomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan, investasi hijau adalah pilihannya.
Untuk itu, Sandiaga mengajak para investor dalam International Tourism Investment Forum (ITIF) 2023 yang diadakan di Nusa Dua, Bali, untuk mengedepankan investasi hijau.
Sandiaga mengatakan, pasca pandemi Covid-19, pariwisata berkelanjutan lingkungan lebih banyak dipilih wisatawan.
Baca Juga : Pemdes Kiarasari Bakal Kirim Petugas dan Keluarga ke Banyumas
“Masa depan ekonomi kita adalah salah satunya dari investasi yang mengacu pada investasi hijau,” kata Sandiaga, seperti dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, Kamis 27 Juli 2023.
"Kita harus berpikir out of the box dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada. Karena pariwisata bukanlah suatu masalah, melainkan pariwisata adalah bagian dari solusi (ekonomi) pascapandemi," lanjut Sandiaga.
Pada masa pandemi Covid-19 kemarin, dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan dan investor sebagai upaya mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan lingkungan, Kemenparekraf mengembangkan protokol CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability).
Untuk diketahui, Investasi hijau yang dimaksud adalah investasi yang mengedepankan keberlangsungan dan keberlanjutan lingkungan di sektor pariwisata dan tren ini akan terus berlanjut di masa mendatang.
Pada 2022, di sektor pariwisata, Indonesia memperoleh dana investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di sektor pariwisata sebesar 225,28 miliar dolar AS dan investasi langsung domestik (Domestic Direct Investment) sebesar 577,87 miliar dolar AS dan pada kuartal pertama 2023, Indonesia memperoleh investasi sebesar 803,15 miliar dolar AS.
Comment