BOGOR, CEKLISSATU - Sejumlah petani di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, memulai langkah baru menuju pasar internasional melalui program pembinaan budidaya ubi ungu berorientasi ekspor yang digagas Kampoong Ecopreneur. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kampoong Ecopreneur, DT Peduli, dan IPB University.
Ketua Kampoong Ecopreneur, Sofie Beatrix, mengatakan program ini menargetkan ekspor ubi ungu ke Malaysia dan Singapura. Pada tahap awal, para petani mulai membuka lahan dan melakukan penanaman secara bertahap.
"Minggu ini kita mulai membuka lahan. Sejumlah petani kita libatkan untuk bersama-sama menanam ubi ungu ini. Hasil panennya nanti akan diekspor ke Malaysia dan Singapura," kata Sofie di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (30/7/2026).
Menurut Sofie, program pemberdayaan tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi petani Indonesia yang umumnya masih memiliki pendapatan rendah. Melalui budidaya komoditas bernilai tinggi dan berorientasi ekspor, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat.
Baca Juga: Viral Keributan di Depan Mie Gacoan Jonggol, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Pengamen Punk
"Karena itu kami memulai program ini di lahan budidaya seluas 1,5 hektare. Harapannya program ini terus berkembang sepanjang periode 2026–2027 sehingga para petani bisa naik level, tidak hanya kaya secara material, tetapi juga kaya secara spiritual," ujarnya.
Untuk memenuhi standar kualitas pasar internasional, Kampoong Ecopreneur menggandeng IPB University sebagai mitra pendamping teknis. Pendampingan dilakukan agar hasil panen sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pembeli dari luar negeri.
"Karena pembelinya dari luar negeri, tentu ada standar yang harus dipenuhi. Ubi yang dihasilkan harus sesuai dengan kualitas yang mereka minta. Itulah mengapa kami memberikan pendampingan kepada para petani," jelas Sofie.
Comment