BOGOR, CEKLISSATU – Adanya kabar kenaikan harga kacang kedelai, membuat pelaku usaha pembuat tempe mempersiapkan cara untuk mensiasati agar produksinya tetap berjalan.
Pembuat tempe di Kelurahan Cipaku, Husen dan Candra mengatakan, bahwa mereka tidak terlalu mengetahui kenaikan harga kacang kedelai, karena masih memiliki stok.
“Karna stock kacang kedelai masih ada, jadi belum tahu harga yang sekarang naik,” kata mereka kepada ceklissatu.com, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: Kenaikan Harga Kedelai Biji Kering Impor Nasional
Sementara itu, Husen menambahkan, berdasarkan pengalamannya, saat adanya kenaikan bahan baku seperti kacang kedelai saat ini, ia bersama Candra tidak menaikan harga jual kepada konsumennya, karena akan mengurangi daya beli dimasyarakat dan akan mengakibatkan bertambahnya nilai kerugian bagi dirinya.
“Kalau harga bahan pokoknya ada kenaikan, seperti kacang kedelai saat ini, kita ga bisa menaikan harga, pada gak mau beli, ya akhirnya paling kita kurangin ukuran tempenya, tapi harga jualnya tetap dengam harga yang lama,” jelas Husen.
Apabila adanya kenaikan bahan pokok untuk membuat tempe, Husen dan Candra harus berfikir keras untuk mencari solusi agar usaha yang memang sudah ditekuninya selama kurang lebih 25 tahun itu tetap terjaga.
Baca Juga: Pembuat Tahu Tempe di Bogor Ngeluh Kenaikan Harga Kacang Kedelai
Untuk penggunaan kacang kedelai dalam setiap harinya Husen dan Candra dapat menghabiskan rata-rata 20 kilo kacang kedelai setiap harinya, meraka berharap harga kacang kedelai import dapat kembali turun seperti sebelumnya.
“Saya sih berharap harga kacang kedelai turun lagi, harganya normal lagi. Kalaupun naik saya berharap ada bantuan, misalkan pemerintah bisa menyediakan kacang kedelai import dengan harga khusus, harganya disubsidi biar harganya bisa terjangkau sama kita,” tutupnya.
Comment