JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Kemeneterian Perdagangan (Kemendag) mengadakan Jakarta Fashion Muslim Week (JMFW) di Balai Kartini, dengan menargetkan nilai transaksi sebesar 10 juta dolar AS atau setara Rp163 miliar.
JMFW mampu menggerakkan ekonomi nasional melalui produk fesyen siap pakai yang memiliki nilai jual tinggi dan daya saing global.
Di tengah meningkatnya tekanan produk impor, JMFW menjadi ruang penting untuk memperlihatkan bahwa produk Indonesia tidak kalah dalam hal kualitas, kreativitas, maupun harga.
Baca Juga: Perkuat Industri Fesyen UMKM, Teten: JakCloth Bukan Hanya Event
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, JMFW 2026 yang diselenggarakan tahun lalu mencatatkan nilai transaksi sebesar 20,4 juta dolar AS, melampaui target yang ditetapkan sebesar 3 juta dolar AS.
"Tahun ini kami ingin menargetkan JMFW 2026 bisa mencapai target 10 juta dolar AS, tapi harapannya mungkin bisa lebih dari capaian tahun sebelumnya," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).
Fajarini menjelaskan, JMFW 2026 menghadirkan sejumlah kebaruan dengan memperluas kolaborasi lintas gaya hidup melalui kerja sama dengan Glamlocal dan Anytime Fitness, serta menghadirkan wicara interaktif dan buyer internasional dari Italia, Prancis, Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura.
Baca Juga: Cara Tasya Kamila Kurangi Limbah Fesyen
Di samping itu, lanjut Fajarini, JMFW 2026 juga menyelenggarakan Business Matching dan Business Networking untuk mempertemukan pelaku usaha dengan perwakilan kedutaan besar negara sahabat.
"Ada sebanyak 242 pelaku usaha yang berpartisipasi dalam JMFW 2026, mencakup fesyen yang tampil di pameran dan peragaan busana, serta pelaku usaha makanan dan minuman," terangnya.
Comment