Anton mengungkapkan, hingga Desember 2025, kinerja BSI di wilayah Bogor menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp8,4 triliun atau tumbuh 4,5 persen secara year to date (YTD), sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp1,92 triliun dengan pertumbuhan 5,17 persen (YTD). Jumlah nasabah BSI di Bogor dan sekitarnya mencapai sekitar 708 ribu orang, didukung oleh lebih dari 24 kantor cabang, 156 ATM, 12.410 QRIS, serta 338 BSI EDC.

Di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan, BSI juga terus berinovasi melalui pengembangan fitur digital pada superapps BYOND by BSI dan berbagai e-channel. Namun demikian, keberadaan kantor cabang fisik tetap menjadi faktor penting bagi sebagian masyarakat dalam membangun kepercayaan dan kemudahan akses layanan perbankan.

Baca Juga: Wamenpora Taufik Hadiri Peresmian Perkantoran Pelatnas Baru PBSI dan Fasilitas Olahraga

Selain layanan kantor cabang, BSI juga mengoptimalkan berbagai kanal lain seperti Bank Emas, BSI Call 14040, BSI Agen yang kini berjumlah sekitar 126 ribu, BSI Net Banking, BEWIZE by BSI, hingga layanan remitansi di sejumlah negara.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyambut baik penguatan layanan BSI di wilayahnya. 

“Kota Bogor memiliki kekhasan dalam menjaga kebudayaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Kami menyambut baik kehadiran BSI Pavilion yang memperkuat akses layanan keuangan syariah yang kompetitif, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dengan hadirnya BSI Pavilion Bogor, BSI menegaskan posisinya sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai lokal.